http://didicapital.blogspot.com/ DidiCapital Saham, Reksadana, Belajar Analisa Teknikal, Trading -->

IDX Stock Ticker

Wednesday, November 26, 2008

Info Market 26 Nopember 2008

Berikut beberapa pointer kutipan dari Pidato Menkeu merangkap Menko Ekuin RI, Ibu Sri Mulyani Indrawati, saat pembukaan Investor Summit 2008 di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place – Jakarta, Selasa – Rabu / 25 – 26 Nopember 2008 sbb. :

Para Menkeu & Gubernur Bank Sentral Negara-negara G-20 berjanji untuk sama-sama melaksanakan kesepakatan yang telah dicapai dan diendorse dengan KTT leaders G-20 tanggal 15 Nopember 2008 lalu di Washington DC, AS, a.l. ;
  1. Membentuk mekanisme dukungan bagi pendanaan pembangunan di emerging markets (negara-2 berkembang) yang berfundamental baik (mis.Indonesia), namun terkena imbas dari tidak berfungsinya pasar akibat dampak krisis keuangan,
  2. Pentingnya mengembalikan kepercayaan pasar terhadap sistem keuangan,
  3. Upaya bersama mengatasi kelangkaan likuiditas internasional,
  4. Reformasi arsitektur keuangan global yang lebih mencerminkan keterwakilan emerging markets serta,
  5. Mekanisme pengawasan yang lebih baik bagi sektor keuangan,
  6. Mendorong dilakukannya upaya di tingkat domestik maupun internasional, untuk meningkatkan regulasi dan pengawasan terhadap lembaga keuangan dan aktor keuangan sistemik lainnya termasuk Credit Rating Agencies,
  7. Institusi keuangan perlu menciptakan insentif untuk mendorong stabilitas,
  8. Otoritas keuangan harus mengambil langkah tegas untuk mencegah praktek risk taking yang berlebihan, dan hal itu harus dilakukan secara terkoordinasi antar negara,
  9. Memberi mandat kepada Bank Dunia dan bank pembangunan lain untuk meningkatkan kapasitas pinjaman,
  10. Menugaskan IMF untuk mereformasi prosedur pinjaman dengan menciptakan instrumen likuiditas yang dapat dicairkan cepat dan tanpa persyaratan bagi negara yang memiliki track record kebijakan yang baik.
Selain itu kata Menkeu :
  1. “To maintain stability the financial system, most important priority is financial sector stability”.
  2. Dalam kondisi krisis seperti sekarang (Ket. disebut resesi jika 2 kali kuartal pertumbuhan berkurang atau minus) Investor cenderung mendekat kepada Tuhan YME (spiritual) dan ke Pemerintah.
  3. “Kita semua harus belajar kembali untuk saling percaya” (Ket. yaitu antara Pemerintah, Investor, praktisi, dan pelaku pasar modal atau sektor keuangan).
  4. “Mulai hari ini, tidak boleh ada satu pun Institusi (misal Hedge Fund), Kawasan/Tax Heaven Country (misal British Virgin Island, Monaco, Channel Island, Bermuda, Andorra, dsb), Instrumen (misal Mortgage Bonds), Rating Agency (misal Moody’s, dsb.) - Rekomendasinya sudah seperti setengah Tuhan - yang tidak diawasi secara global.”
  5. Menkeu RI akan menyampaikan secara jujur apa yang dilakukan Pemerintah dan meminta kepercayaan Investor diantaranya adalah;
  • Memelihara sustainabilitas fiskal,
  • Exercise APBN 2009 & BOP (Balance of Payment/Neraca Pembayaran) dengan kondisi indikator mutakhir (Growth, Trade, C/A balance, Pajak, Harga Minyak, Subsidi BBM, Capital A/C, dan Pembayaran).
APBN adalah back-bone (tulang punggung) Pemerintah dengan beberapa target misal;
  • Pertumbuhan konsumsi rumah tangga lebih besar dari 5% (akan dijaga ketat dengan pertumbuhan inflasi),
  • Ekspansi defisit lebih besar dari 1% PDB untuk countercyclical & stimulus dunia usaha,
  • Desain stimulus sektor riil; Subsidi Pajak & BBM Rp.12,5 Trilyun,
  • Paket Stimulus Fiskal on-top,
  • Sumber Pembiayaan Siaga apabila Market Shut-down (Ket. dilakukan oleh LPS, BI, PPA d/h. BPPN, dsb.)
Messages Menkeu RI :
  1. “Government will always stand by Investors”
  2. “If any person try to make violation, Government will catch you where ever you are”
  3. “The speed is going slowly so everyone should be patience”
  4. Ibaratnya, saat di jalan berkelok-kelok, Pemerintah sebagai driver akan mengupayakan agar para penumpangnya tidak terlalu merasa mual.
Inflasi turun disebabkan harga komoditas menurun, namun saat harga komoditas turun, ada kemungkinan pembelian akan kembali meningkat (untuk keperluan konsumsi maupun stok). Di BI, Pemerintah masih menyimpan sisa anggaran s/d Desember 2008 sebanyak Rp.120 Trilyun, untuk itu Pemerintah akan mempercepat penyalurannya untuk proyek-proyek infrastruktur, dsb. (Ket. akan diawasi ketat penggunaannya agar tidak dipakai membeli USD).

Saat ini terdapat dana Rp.40 Trilyun milik Pemda, Menkeu akan menegosiasikan dengan Pemda untuk kemungkinan ditukar dengan SUN (Ket. kendalanya adalah dana tsb. merupakan alokasi dana proyek sesuai DIPA yang pada tahun berjalan atau minimal carry trade di tahun berikutnya harus habis digunakan oleh Pemda).

Upaya lain dari Pemerintah RI a.l.
  1. Pemerintah tetap akan kerjasama dengan BI untuk buyback SUN,
  2. Cermati kondisi pasar modal domestik (saham, obligasi korporasi, reksadana),
  3. Berdayakan peran & fungsi PIP (Pusat Investasi Pemerintah),
  4. Meningkatkan kualitas kordinasi dengan BI (terkait KKSK – Komite Stabilitas Sektor Keuangan),
  5. Membangun komunikasi sinergis antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Tabel Asumsi Makro RI 2008 :
Beberapan dalam % --> APBN-P --> YTD --> Nop s/d Des'08 --> 2008
Pertumbuhan Ekonomi --> 6,4 = 6,3 --> 5,8 --> 6,2
Inflasi --> 6,5 --> 10,96 --> 1,2 - 1,4 --> 12,3 s/d 12,5
SBI 3 Bulan --> 7,5 --> 9 --> 10 --> 9,1
Rupiah/USD --> 9.100 --> 9.510 --> 11.000 --> 9.675
Minyak USD/barel --> 95 --> 101,6 s/d 102,4 --> 60 --> 100,6 s/d 101,5
Lifting Minyak (Juta brl/hari) --> 0,950 --> 0,935 -->--> 0,920 --> 0,935
Konsumsi BBM (Juta kilo ltr) --> 35,5 --> 33,1 -->6,0 --> 39,1

Neraca Keuangan AS bolong-bolong, jadi tidak masuk akal jika Kursnya menguat terhadap mata uang lain.” --> Ket. (1) Ditutupi dari hutang yang diberikan masyarakat dunia dengan membeli USD, sehingga dengan mudahnya AS mencetak USD sebagai pengganti emas yang dulunya digunakan sebagai acuan nilai tukar (Bretton Woods, 1944), (2) Kenapa AS menginvasi Irak? Infonya, dahulu Saddam Hussein ingin menjual minyaknya hanya dalam mata uang EUR - tidak dengan USD, padahal saat itu EUR masih baru dan masih lemah kondisinya - karena jika itu kejadian, negara eksportir minyak lainnya akan mengikuti Irak sehingga USD akan kembali ke AS (Ket. jika supply USD membanjir, kurs USD akan melemah),

Saat ini AS, India, Cina, saat ini sedang memperbaiki posisinya dalam segala aspek. Jadi pasar keuangan seolah sedang mengayak, mencari ekuilibrium baru, menentukan posisinya yang pas (mis.pertumbuhan, harga wajar; minyak, saham, obligasi, dsb).

Forum G-20 dibentuk sebagai respon atas krisis ekonomi tahun 1997 – 1998 lalu. Dan forum negara G-20 ini mewakili 85% PDB dunia, 2/3 populasi penduduk dunia, dan 80% kepemilikan saham di World Bank serta IMF.

Menurut G-20 :
  • Krisis keuangan saat ini diakibatkan oleh risk taking yang berlebihan,
  • Praktek pengelolaan risiko pasar keuangan yang kurang bertanggung jawab,
  • Kebijakan moneter yang menyebabkan terjadinya global imbalances, serta
  • Lemahnya regulasi dan pengawasan di beberapa negara maju,
Krisis kali ini menyebabkan tidak berfungsinya pasar ekuitas dan kredit internasional yang menyebabkan kesulitan pendanaan bagi emerging markets. Hal itu diperparah oleh terjadinya trend capital inflow ke negara maju akibat rekapitalisasi sektor keuangan mereka terlepas dari segala permasalahan yang terjadi di negara mereka. Akibatnya developing countries khususnya emerging markets mengalami ketidakadilan karena walaupun mereka sudah memiliki fundamental ekonomi dan kerangka kebijakan yang baik, namun tetap saja terkena imbas krisis keuangan dalam bentuk kesulitan pendanaan pembangunan yang bukan disebabkan oleh kesalahan emerging markets.

Menyambung Info Market saya sebelumnya :
  1. Ke depannya akan banyak analisa dari Sekuritas/MI Asing/Lokal yang seperti “Pahlawan Kesiangan” memaparkan rentetan/asal mula/historical crisis, dengan berbagai data dan presentasi yang canggih. Kalau sudah seperti itu, tanyakan saja kepada mereka; “Berapa return/prestasi portofolio/produk yang mereka dapat s/d Q3 2008?”, dan “Prediksi 2009 bagaimana?”
  2. Berpikir positif dan realistis dalam menyikapi kondisi pasar modal kita, adalah hal yang sangat dibutuhkan saat ini dari Bapak/Ibu sebagai pengelola/Investor Institusi.
  3. Jika ingin melakukan average down dengan likuiditas terbatas, cobalah melakukan mapping (pemetaan) atas portofolio kita.
  4. Bisa dilakukan dengan pembagian atas kemungkinan (1) Per sektor - yang diperkirakan paling cepat reboundnya, atau berdasarkan (2) Keaktifan/besaran volumenya diperdagangkan, atau berdasarkan (3) Emiten (BUMN/swasta/first liner/second liner).
  5. Sama halnya untuk SUN/obligasi korporasi, ditambah dengan pertimbangan (4) YTM, (5) usia/jangka waktu jatuh temponya --> dalam kondisi abnormal seperti sekarang Investor cenderung memilih yang usianya dibawah 5/10 tahun akan memberikan capital gain yang besar karena harganya terdiscount banyak/sangat murah saat ini, ditambah pembelian SUN Rp.1–2 Milyar masih memungkinkan (saat normal, SUN diperdagangkan dalam kelipatan Rp.5 Milyar),
  6. Diperkirakan IHSG level 1.100 sudah cukup kuat untuk menopang, sehingga target IHSG akhir 2008 di 2.100 (optimis), 1.900 (moderat), 1.600 (pesimis), masih bisa digunakan.
  7. Saat kondisi normal dimana inflasi 1 digit atau maks.9,5% p.a.dan BI Rate 8% p.a. (spread 1,5%) = kurs Rp.9.500/USD. Maka saat abnormal seperti sekarang dengan acuan inflasi AS 5% p.a. dan Fed Rate 0,5% p.a. (spread 4,5%), inflasi RI 12,5% p.a. dan BI Rate 9,5% p.a. (spread 3% + perkiraan country risk premium RI 3%) = selayaknya kurs Rp.10.000/USD. Lalu jika BI Rate turun 0,5% menjadi 9% p.a. maka kurs selayaknya di Rp.10.000 – 10.100/USD, dan dapat turun lagi jika inflasi menurun.
  8. Reminder dari rekan kami sesama praktisi pasar modal adalah tanda-tanda krisis dapat dilihat jika Bank saling berlomba-lomba menerbitkan obligasi (tentunya saat BI Rate rendah/normal) = saat normal,
  9. Bank lebih baik mengharapkan Tabungan/Deposito yang costnya murah, lalu obligasi yang costnya menengah (karena likuiditas DPK dari masyarakat mulai terasa berkurang).
  10. Selanjutnya dalam tahun 2008 ini masih sama-sama kita nantikan keluarnya keputusan Bapepam-LK/Depkeu mengenai acuan Harga Perolehan untuk instrumen Saham --> walaupun ada pendapat dari Dapen lain yaitu dengan optimisme pasar yang akan kembali ke harga asal/normal, ada baiknya jika hanya diterapkan grace period bagi Pendiri untuk menyetorkan cicilan Iuran Tambahan (mis. s/d Desember 2009) dengan pertimbangan; umumnya Pendiri saat ini pun juga mengalami kesulitan yang sama dengan Dapennya.
  11. Pasar saat ini masih volatile, namun ada beberapa momen yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi a.l.;
  • Bid/Offer instrumen saham/obligasi kita masih tipis, namun ada kemungkinan dengan tipisnya bid/offer, akan memudahkan emiten/Investor untuk mengangkat (atau malah menurunkan) harga saham/portofolionya,
  • Pemotongan 0,25-0,5% BI Rate menjadi 9,25–9% dengan pertimbangan kemungkinan penurunan di Nopember 2008 (Ket. jika dilakukan akan menguatkan sektor Perbankan, Konsumer, Infrastruktur, dan membuktikan kepercayaan diri Pemerintah sehingga Investor/spekulan akan meninggalkan Pasar Uang dan kembali masuk Pasar Modal dengan membeli SUN jangka menengah/obligasi korporasi serta saham),
  • Aksi penguatan Rupiah terhadap USD (Ket.karena berkurangnya spekulan membeli USD dengan penerapan NPWP untuk pembelian min.USD100Ribu sehingga Penguatan IHSG masih tertahan karena pelemahan Rupiah terhadap USD --> irrasional, bukan efek sistemik),
  • Level harga minyak diperkirakan akan stabil di USD60–80/barrel sejalan dengan rencana pemotongan produksi OPEC yang dimotori Arab Saudi (Ket.masalahnya, terkadang para Anggota OPEC tidak konsisten menjalankan kesepakatan), dan keluarnya pemain besar Bursa Komoditas mis. LehBros, Merril Lynch, GoldSach, dsb.,
  • Pengumuman Kabinet Presiden Barrack H. Obama mis. saat pengumuman Lawrence Sommers sebagai US Treasury/Menkeu AS, DJIA direspon lumayan positif,
  • Pengumuman rencana Presiden Obama untuk mengatasi krisis,
  • Pengumuman komitmen negara Timur Tengah untuk memberikan pinjaman kepada AS,
  • Aksi window dressing para emiten, Investor Institusi (Yayasan, Asuransi, Dana Pensiun, MI, Hedge Fund) --> namun agak berat dikarenakan likuiditas mereka masih ketat, kecuali masuk Investor baru dari negara Petro Dollar yang sampai saat ini masih belum direspon positif oleh Pemerintah mis.Qatar-Tel saat membeli ISAT,
  • January Effect 2009 (Ket.kecil kemungkinan akan terjadi karena hal tsb adalah psikologis bahwa Investor baru kembali dari liburan, sehingga pikiran jadi fresh, sekarang, apa mereka masih memiliki dana untuk liburan?),
  • Sampai Q1 2009, diperkirakan grafik IHSG/saham masih akan berbentuk W-Shape (naik-turun) namun dengan kecenderungan naik (Ket. V-Shape terlalu optimis, dan L-Shape (turun, tanpa pertumbuhan) tidak akan terjadi kecuali market shut-down).
Demikian, mudah-mudahan berguna. Disclaimer On.



Related Posts by Categories



0 comments:

Pondok Pesantren Daarut Tarbiyah

Meta Tags Generator - AddMe SEMRush.com.

eWebSubmission.com - Global Web Directory DidiCapital Saham, Pelatihan Gratis, Belajar Analisa Teknikal: Info Market 26 Nopember 2008
Free Meta Tag Generator