http://didicapital.blogspot.com/ DidiCapital Saham, Reksadana, Belajar Analisa Teknikal, Trading -->

IDX Stock Ticker

Friday, September 25, 2009

IHSG : Perkiraan Bulan Oktober - Nopember 2009


Dari chart diatas terlihat bahwa;
Hangseng : pada Agustus s/d September 2007 Hangseng menyamai gerakan IHSG. Dan sejak itu (September 2007) Hangseng memulai penurunan drastisnya hingga Nopember 2008. Kemudian naik sedikit, dan terulang kembali nilai terbawahnya di bulan Maret 2009. Namun sejak Januari 2007 hingga September 2009 ini Hangseng sudah mencapai atau sama dengan nilainya pada Januari 2007 lalu (0%) dalam jangka waktu 2 tahun 9 bulan.

IHSG : sejak penurunan tajamnya di bulan Agustus 2007 - karena imbas Subprime Mortgage di AS - hingga Pebruari 2008 lalu atau sama dengan 7 bulan, IHSG mengalami kenaikan sekitar 50%. Dan sejak Maret 2008 itu hingga Nopember 2008, IHSG mengalami penurunan 90%. Lalu sejak Nopember 2008 lalu hingga September 2009 ini IHSG sudah rebound mencapai sekitar 75% atau masih kurang sekitar 15% dari level tertingginya di 2.800-an.


Namun beberapa Indeks seperti; Nikkei, masih minus 40% dibanding Januari 2007 lalu, Dow Jones dan FTSE relatif sama yaitu masih minus sekitar 20%. Padahal beberapa Indeks yaitu Dow Jones, FTSE, Hangseng, dan IHSG, kecuali Nikkei pada bulan Nopember 2008 lalu relatif memiliki nilai yang sama. Dan terjadi pengulangannya antara Dow Jones, FTSE, dan Hangseng,
kecuali Nikkei dan IHSG, pada bulan Maret 2009.

Dari sini terlihat bahwa dengan kapitalisasi pasar yang paling kecil dibanding Dow Jones, FTSE, Nikkei, dan Hangseng, IHSG relatif lebih mudah untuk naik maupun turun secara drastis.

AS dan Jepang saat ini masih dianggap sebagai motor penggerak ekonomi dunia dimana angka konsumsi masyarakat AS dan tingkat ekspor industri Jepang sangat berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi dunia, lalu dari gambar diatas apakah saat ini sudah terjadi perbaikan tingkat pertumbuhan ekonomi di kedua negara tersebut dan kalau boleh ditambah dengan Eropa dengan FTSE-nya? Sepertinya belum.

Untuk itu saya tetap menyarankan agar teman-teman berhati-hati karena diperkirakan setelah mencapai level 2.500 pada penutupan bulan September 2009 ini dimana Emiten, Fund Manager, Manager Investasi, dan para Investor besar seperti Perusahaan Private Placement, Yayasan, Dana Pensiun, dan Asuransi memiliki kepentingan yang sama yaitu menutup Laporan Posisi Portofolio Q3 2009 ini dengan nilai yang baik, maka penurunan drastis pada IHSG diperkirakan dapat saja terjadi pada bulan Oktober s/d Nopember 2009 ini dengan Support Level di 2.280. Tapi mudah-mudahan dengan semakin berkembangnya transaksi On Line Trading yang menyebabkan semakin banyak Investor Retail dari kalangan Ibu Rumah Tangga, Karyawan, dan Pengusaha yang relatif awam dan sibuk dengan kegiatan pokoknya masing-masing sehingga tidak terlalu dapat memantau pergerakan harga saham, akan dapat menahan penurunan tersebut. Amiin...

Read More.....

Thursday, August 6, 2009

Saham Grup Bakrie : Evaluasi Harga sejak 2 (dua) Tahun Lalu.


Dari 7 (tujuh) saham Grup Bakrie, baru saham Bumi Resources (BUMI) saja yang harganya sampai ke level harga BUMI pada 2 (dua) tahun lalu (Agustus 2007). Bakrieland Development (ELTY) masih kurang sekitar 25% lagi. Sedangkan Bakrie & Brothers (BNBR), Bakrie Telecom (BTEL), Energi Mega Persada (ENRG), Darma Henwa (DEWA), Bakrie Sumatera Plantations (UNSP), masih kurang sekitar 50% - 75% lagi dari level harganya di tahun 2007 lalu.

Apa mau digenjot satu-satu, nih? Yok, kita simak sama-sama, setelah BUMI, siapa selanjutnya. . Read More.....

Wednesday, August 5, 2009

Random Walk dan Efficient Market Hypothesis

Dari Blog tetangga, saya membaca Artikel yang menarik mengenai Efisiensi Pasar. Mudah-mudahan berguna sebagai informasi.


Bodie, Kane, dan Marcus (2008:358) menuliskan Random Walk sebagai perubahan harga yang terjadi secara acak yang tidak dapat diprediksi dan harga selalu merefleksikan informasi yang tersedia saat ini. Teori Random Walk sejalan dengan Efficient Market Hypothesis (EMH) yang menyatakan bahwa pasar adalah efisien dan harga telah merefleksikan semua informasi yang tersedia. EMH pertama kali dikembangkan oleh Professor Eugene Fama di University of Chicago Graduate School of Business pada awal tahun 1960.


EMH memberikan dua prediksi penting. Pertama, bahwa harga sekuritas telah mencerminkan informasi apapun yang tersedia bagi investor. Kedua, kinerja dari strategi perdagangan aktif (buy and sell) akan sulit melebihi kinerja strategi pasif (buy and hold). Berkaitan dengan definisi “semua informasi yang tersedia”, ada tiga versi EMH (Bodie, Kane, dan Marcus, 2008 : 361) :

  1. Weak-form efficiency (pasar efisien - lemah). Hipotesis ini menyatakan bahwa harga merefleksikan semua informasi yang dapat diperoleh dengan menganalisis data trading pasar seperti harga historis dan volume trading. Dengan demikian, analisis tren tidak ada gunanya. Harga di masa lalu merupakan informasi yang tersedia bagi publik dengan harga yang sangat murah (ket.untuk memperoleh data harga di masa lalu tersebut). Pada kondisi demikian, seharusnya semua investor memiliki akses informasi untuk mengeksploitasi sinyal yang ada. Sinyal yang diketahui luas akan kehilangan nilainya, karena akan mengakibatkan perubahan harga saat itu juga.
  2. Semistrong-form efficiency (pasar efisien - semi kuat). Hipotesis ini menyatakan bahwa harga merefleksikan semua informasi publik yang tersedia terkait prospek suatu mata uang (ket.juga saham). Informasi ini, selain harga historis, meliputi data-data fundamental mulai dari ekonomi sampai politik. Contohnya adalah informasi seperti suku bunga, Indeks Harga Konsumen (CPI), Indeks Harga Produsen (PPI), tingkat pengangguran, dan stabilitas politik. Jika semua investor dapat mengakses informasi ini, maka informasi tersebut seharusnya telah tercermin di harga.
  3. Strong-form efficiency (pasar efisien - kuat). Hipotesis ini menyatakan bahwa harga merefleksikan semua informasi yang relevan, termasuk informasi yang hanya dimiliki oleh bank sentral dan perusahaan finansial raksasa. Ini merupakan bentuk pasar efisien yang paling ekstrim.




EMH menyatakan bahwa strategi perdagangan aktif adalah usaha yang sia-sia dan tidak akan dapat menutupi biaya yang ditimbulkan. Oleh karena itu, EMH menyarankan strategi perdagangan pasif yang tidak berupaya untuk melebihi kinerja pasar. Strategi pasif hanya bertujuan untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi baik, untuk kemudian dibeli dan ditahan selama mungkin (buy and hold). Jika harga berada pada level yang adil - dengan semua informasi yang tersedia - maka tidaklah masuk akal untuk melakukan beli dan jual dalam frekuensi tinggi. Hal tersebut justru akan menambah biaya transaksi tanpa meningkatkan kinerja yang diharapkan. Strategi perdagangan pasif seringkali menggunakan dana indeks (index fund) sebagai salah satu strateginya yang dikenal luas.

Ada beberapa isu mengenai efisiensi pasar (Bodie, Kane, dan Marcus, 2008 : 369-370) :

  1. The magnitude issue. Isu ini menyatakan bahwa tindakan manajer investasi adalah faktor penggerak dari evolusi harga pasar yang konstan menuju level yang adil. Semua pihak mungkin setuju bahwa harga sekuritas, misalnya saham, sangat dekat dengan nilai adilnya sehingga hanya manajer skala besar yang dapat menghasilkan laba yang cukup besar dari mispricing yang sangat kecil tersebut. Isu ini memfokuskan pada pertanyaan kuantitatif : Seberapa efisien pasar?
  2. The selection bias issue. Isu ini berkaitan dengan bias pemilihan : hasil yang dapat diamati mengenai efisiensi pasar telah diseleksi sebelumnya berdasarkan upaya-upaya yang gagal. Oleh karena itu, evaluasi mengenai kemampuan yang sebenarnya dari manajer portofolio dalam menghasilkan startegi yang hebat tidak dapat dilakukan secara adil. Dasar dari isu ini adalah bahwa hanya investor yang menemukan bahwa skema investasi tertentu tidak menguntungkanlah yang bersedia mempublikasikan hasil penemuannya. Sementara bagi yang sebaliknya akan memilih untuk merahasiakan dan menggunakannya sendiri.
  3. The lucky event issue. Isu ini berkaitan dengan keberuntungan dan probabilitas. Secara statistik, dari sekian banyak pemain di pasar adalah wajar jika ada segelintir kecil yang beruntung dan menghasilkan lebih. Ini tidak lantas membuktikan bahwa pasar tidak efisien. Para pemenang selalu dipublikasikan, sementara yang kalah tidak pernah dimunculkan ke publik. Pengujian yang sesungguhnya haruslah melihat apakah ada konsistensi dari kinerja yang bagus tersebut.

referensi :

Bodie, Z., Kane, A., and Marcus, Alan, J. (2008), “Investments,” McGraw-Hill International Edition, Seventh Edition.



Read More.....

Saturday, August 1, 2009

IHSG : Perkiraan Awal Agustus 2009

Harga minyak penutupan Jumat/31Jul09 USD69.50/barel dan biasanya jika Senin pagi dibuka di pasar Asia akan cenderung menguat. Maka kemungkinan besar harga minyak akan kembali ke level USD70/barel untuk minggu pertama Agustus 2009.

Tetapi harga emas menjadi USD954.20/ons atau menguat 1,98%. Dari sini apa yang dapat kita sikapi? Jelas bahwa kenaikan harga minyak yang kuranglebih menggambarkan optimisme Investor akan kondisi ekonomi global - dan mungkin juga karena spekulatif trader - juga masih disertai dengan kekhawatiran jika terjadi penurunan yang tergambar dengan masih banyaknya minat beli terhadap emas sebagai instrumen hedging.

Saya melihat dalam minggu pertama Agustus 2009 nanti, harga-harga saham komoditas seperti BUMI, ANTM, TINS, PTBA, UNTR, DEWA, ADRO, INDF, LSIP masih dapat membukukan kenaikan yang signifikan.

Seperti biasa, setiap awal bulan kecenderungan harga-harga saham perbankan akan meningkat, hal tersebut diperkirakan dapat terjadi lagi di minggu pertama Agustus 2009. BBRI, BMRI, BBNI, BBCA masih pilihan yang terbaik menurut saya.

Namun demikian sebaiknya kita tetap berhati-hati karena data ekonomi AS belum seluruhnya keluar. Terima kasih atas perhatian rekan-rekan.

Note :
Minggu depan (Senin - Selasa) saya ada Jadwal ke Surabaya, mudah-mudahan saya tetap bisa posting untuk membantu.
Read More.....

Friday, July 31, 2009

Saham Bumi Resources (BUMI) : Perkiraan Next Target


Saham Bumi Resources (BUMI) kembali menunjukkan kekuatannya mendominasi transaksi perdagangan BEI dalam beberapa hari ini. Berita ekonomi maupun ulasan teman-teman Analis sudah numpuk di email saya. Satu hal yang saya ingat perkataan Bung Karno yang akhir-akhir ini sering dikutip Metro TV; "Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah."

16Jan09 lalu, BUMI mengalami harga terendahnya 385 setelah beberapa bulan turun drastis. Saat September 2008, terlihat BUMI sempat ada sedikit perlawanan di level 3.000an, namun terlihat tidak kuat lalu terjun bebas lagi.

Jikalau Investor Besar yang kemarin terlihat banyak mengambil BUMI dan tidak cepat keluar untuk profit taking, sampai dengan pertengahan Agustus 2009, level harga 3.000 ada kemungkinan bisa tercapai karena EMA jangka pendek dan menengah masih terlihat menunjuk ke atas. Setelah 3.000, Resistance selanjutnya diperkirakan di 3.450.

Cuma, kalau melihat beberapa tahun ke belakang, antara bulan Agustus s/d Oktober seringkali terjadi koreksi harga yang sangat drastis dikarenakan beberapa hal diantaranya; dengan keluarnya LK Q1 Emiten di bulan Juli, Investor cenderung merasa sudah dapat memperkiraan kinerja akhir tahun Emiten. Jadi periode itu cenderung "miskin" berita positif. Olehkarena itu saya sarankan agar rekan-rekan tetap berhati-hati beberapa bulan ke depan ini. Terima Kasih.
Read More.....

Wednesday, July 29, 2009

IHSG BEI : Perkiraan s/d 31Jul09 => Berdasarkan kinerja LK Emiten Q1 2009, dapatkah menembus 2.250 dan 2.280?

Gambar No.1

Saham-saham berkapitalisasi besar seperti TLKM, ISAT, BUMI, BMRI, ASII, dengan volume yang cukup diperkirakan dapat memicu penguatan IHSG yang sampai dengan 31Jul09 diperkirakan akan mencoba menembus level psikologis para Analis umumnya di Support 1 (S1) 2.250 (Gambar No.1).

Dan jika tidak ada berita negatif, dapat pula menembus Resistance 2 (R2) 2.280 yang merupakan target Moderat IHSG di akhir tahun 2009 sesuai postingan saya tgl. 05Januari 2009 lalu yang dapat dibaca ulang disini dan gambarnya dapat diperhatikan dibawah ini (Gambar No.2).

Gambar No.2

Dari kedua gambar diatas, ada hal yang menarik dicermati yaitu sama-sama memiliki Support di kisaran 2.160 - 2.165.

Dan karena 2.280 merupakan target Moderat akhir tahun 2009 sedangkan saat ini bisa dibilang masih pertengahan tahun 2009, apakah selanjutnya IHSG dapat mencapai target Optimis di 2.510 atau tidak? Atau turun dulu ke level tertentu, lalu mencoba lagi mencapai target Moderatnya atau malah target Optimisnya?

Akhir tahun 2009 masih 5 bulan lagi, mari sama-sama kita cermati perkembangan selanjutnya.
Read More.....

Saham Indosat (ISAT) : Perkiraan s/d 31Jul09



Sampai dengan akhir tahun 2009, kinerja Indosat (ISAT) diperkirakan akan terus membaik, maka sampai dengan 31Jul09, diperkirakan saham ISAT dapat mencapai Resistance 5.500 dengan Support di 5.250.
Read More.....

Saham Telkom (TLKM) : Perkiraan s/d 31Jul09


Penurunan kinerja industri yang menyebabkan penurunan pendapatan Telkom (TLKM) dari fixed line/PSTN, sepertinya akan dapat diimbangi oleh kenaikan kinerja anak perusahaan TLKM yaitu Telkomsel yang menyumbang hampir 50% pendapatan TLKM. Apalagi dengan tren penurunan suku bunga simpanan maka dalam jangka waktu dekat Telkomsel diberitakan akan menerbitkan obligasi sekitar Rp.2 Trilyun untuk belanja modal. Dan TLKM sendiri diperkirakan akan mengambil langkah yang sama. Jelas hal ini akan menjadi sinyal positif buat TLKM.

Sebagai Index Mover, TLKM tetap akan digunakan oleh Investor besar untuk menaikkan IHSG yang mendorong kenaikan harga-harga saham lainnya untuk memperbaiki kinerja Portofolio, maka sampai dengan 31Jul09/akhir bulan secara teknikal TLKM diperkirakan naik signifikan dan memiliki Support 1 (S1) di 8.850 dan S2 kuat di 8.600. Sedangkan Resistance 1 (R1) di 9.200 yang kemungkinan besar dapat ditembus untuk mencapai level harga Rp.9.500 - Rp.9.700 yang pada tahun 2007 lalu sempat bertahan lama bergerak disitu.
Read More.....

Saham Total Bangun Persada (TOTL) : Perkiraan s/d 31Jul09


Sampai dengan 31Jul09, gerakan saham Total Bangun Persada (TOTL) diperkirakan akan naik tipis dan terbatas saja diantara Support 1 (S1) 205 dan Resistance 1 (R1) 220. Jika dibantu dengan volume beli yang signifikan, dapat mencapai R2 di 230.
Read More.....

Saham Wijaya Karya (WIKA) : Perkiraan s/d 31Jul09


Dengan belum adanya berita proyek-proyek baru yang dimenangkan Wijaya Karya (WIKA), sampai dengan 31Jul09 saham WIKA diperkirakan bergerak cenderung flat dan kalaupun naik pun hanya tipis / terbatas sampai ke Resistence 1 (R1) 360, jika tembus R1 dan konsisten dapat mencapai Resistance 2 (R2) di 380. Sedangkan Support 1 (S1) di 350 dan S2 di 340 saja.
Read More.....

Saham Adhi Karya (ADHI) : Perkiraan s/d 31Jul09


Dengan tren penguatan IDR terhadap USD, penurunan suku bunga kredit perbankan, dan pencairan dana proyek Pemerintah Pusat/Daerah di akhir tahun berjalan, diperkirakan dapat memicu kenaikan saham perusahaan konstruksi BUMN diantaranya Adhi Karya (ADHI) dan Wijaya Karya (WIKA).

Untuk ADHI sendiri s/d 31Jul09 diperkirakan dapat mencapai Resistance 490 dengan Support di 450 dan 435.
Read More.....

Tuesday, July 28, 2009

Saham Bank Danamon (BDMN) : Perkiraan s/d 31Jul09


Gerakan harga saham Bank Danamon (BDMN) s/d 31Jul09 diperkirakan akan bergerak sempit dengan volume terbatas menuju Resistant 1 (R1) di 4.850. Support 1 (S1) di kisaran 4.700 dan jika turun terus, Support selanjutnya (S2) di 4.475.
Read More.....

Saham Bank Mandiri (BMRI) : Perkiraan s/d 31Jul09


Harga saham Bank Mandiri (BMRI) s/d 31Jul09 kalaupun menguat diperkirakan terbatas menuju Resistant 1 (R1) di 3.800. Sedangkan tahanan/Support 1 (S1) di 3.500 dan jika menembus turun, kemungkinan bertahan di S2 3.350.
Read More.....

Saham Bank BCA (BBCA) : Perkiraan s/d 31Jul09


S/d akhir Juli 2009, pergerakan harga saham Bank BCA (BBCA) diperkirakan akan berada diantara Support 1 (S1) 3.700 menuju arah Resistant 1 (R1) di 3.875. Jika pun ada penurunan melewati S1, S2 BBCA selanjutnya di kisaran 3.350.
Read More.....

Saham Bank BNI (BBNI) : Perkiraan s/d 31Jul09


Perlahan tapi pasti, saham Bank BNI (BBNI) menunjukkan kecenderungan meningkat s/d 31Jul09. Penguatan Kurs IDR terhadap USD, indikasi peningkatan Inflasi dan kecenderungan penurunan Suku Bunga Pinjaman memberikan sentimen positif buat BBNI yang banyak menyalurkan Kreditnya ke Korporasi. Penurunan Premi dan NPL yang signifikan, kemungkinan besar akan terjadi.

Support 1 (S1) BBNI ada di 1.790 dan diperkirakan akan menuju Resistance 1 (R1) di 1.820. Jika R1 tembus dengan tanpa hambatan, maka target sementara di R2 1.860 kemungkinan besar dapat tercapai. Sementara harga di atas, yaitu 2.125 kemungkinan besar bisa dicapai di bulan Agustus 2009 jika tidak ada halangan berarti.
Read More.....

Saham Bank Bukopin (BBKP) : Perkiraan s/d 31Jul09



Dengan keluarnya statement bantahan dari pihak Bank Bukopin (BBKP) maupun Bank BRI (BBRI) sendiri mengenai kabar BBRI akan mengakuisisi BBKP, maka s/d akhir Juli 2009 harga saham BBKP diperkirakan akan cenderung mengalami penurunan ke arah Support 1 (S1) 430, lalu S2 di 405, dan jika S2 tembus akan meluncur bebas kembali ke harga asal di kisaran 360.
Read More.....

Saham Bank BRI (BBRI) : Perkiraan s/d 31Jul09


Gerakan harga saham Bank BRI (BBRI) s/d 31Jul09 diperkirakan meningkat dengan volume tipis ke arah Resistance 1 (R1) di 7.100. Jika R1 tembus dan menguat maka kemungkinan besar BBRI akan mencoba harga tertinggi yang pernah dicapainya (R2) di 7.400.

Sementara ini Support 1 (S1) ada di kisaran 6.700 dan S2 di 6.300.
Read More.....

Wednesday, July 22, 2009

Saham BBKP dan BBRI : Perkiraan s/d Akhir Juli 2009

Dengan adanya berita akan diakuisisinya Bank Bukopin (BBKP) oleh Bank BRI (BBRI), sampai dengan akhir Juli 2009 BBKP diperkirakan akan bergerak diantara 350 dan 370 menuju Resistance 405.



Untuk investasi Jangka Panjang yaitu untuk 100 hari atau minimal untuk 55 hari ke depan, BBKP diperkirakan memiliki kecenderungan Positif.

Bagaimana dengan BBRI yang berencana mengakuisisi BBKP? Sampai dengan akhir Juli 2009, pergerakan saham Bank BRI (BBRI) diperkirakan dapat turun perlahan menuju Support I 6.450. Namun jika kuat dan lama tertahan di Support II level 6.900, maka kemungkinan besar dapat naik melaju ke Resistance 7.300. Tergantung dari Laporan Keuangan Q1 2009 yang akan dirilis BBRI dan keberhasilan rilis Obligasi SubDebt BBRI yang diantara penggunaan dananya kemungkinan besar untuk menambah modal, pasca akuisisi Bank Bukopin.



Read More.....

Saham PGAS : Perkiraan s/d Akhir Juli 2009

Sampai dengan akhir Juli 2009, Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) diperkirakan bergerak cenderung turun ke arah Support 3.250.
Read More.....

Saham Grup Bhakti Investama : Perkiraan 22-31Jul09

Sampai dengan akhir bulan, diperkirakan saham-saham Grup Global Mediacom (BMTR) akan mengalami konsolidasi atau penurunan, terlepas dari berita akan dilepasnya kepemilikan Indovision oleh Bhakti Investama (BHIT).



Saham Bhakti Investama (BHIT) sendiri kelihatannya akan diperdagangkan menurun di 280 menuju 240.






Sedangkan saham Global Mediacom (BMTR) cenderung flat diantara 370 dan 390.











Saham Media Nusantara Citra (MNCN) cenderung turun ke 250.












Saham Mobile-8 (FREN) diperkirakan menurun dari 57 ke 54.






Read More.....

Tuesday, July 21, 2009

IHSG : Perkiraan 21 - 25 Juli 2009

Walaupun diperkirakan membentuk channeling ke arah atas, IHSG cenderung diperkirakan bergerak hanya diantara 2.080 - 2.160 saja selama minggu ini. Penguatan; IDR/USD ke Rp.10.050/USD, Harga Minyak di USD65/barel, Indeks Regional yang menguat antara 1% - 3% hari Jumat dan Senin kemarin, ternyata tidak membuat IHSG menjadi perkasa.



Dari pengalaman gerakan IHSG saat Bom Marriot I 2005 lalu, kemungkinan besar IHSG dapat menguat namun karena saat ini berbarengan dengan penggantian Pimpinan Negara, kemungkinan besar Pelaku Pasar juga menunggu Pengumuman Kabinet, minimal Bursa orang-orang yang kemungkinan besar menduduki Jabatan di Bidang Ekonomi dan Gubernur BI.



Read More.....

Tuesday, July 14, 2009

Revisi Perkiraan Harga Minyak WTI Juli 2009 Versi FFC

Baru siang tadi saya posting mengenai Perkiraan Harga Minyak WTI untuk bulan Juli 2009 s/d Akhir Tahun 2009, FFC (Financial Forecast Center) merilis Perkiraan Barunya yang menyebutkan bahwa untuk Prediksi Bulan Juli 2009 ini Harga Minyak WTI sekitar USD62/barel, dan untuk Akhir Tahun 2009 sekitar USD41/barel.

Demikian, semoga berguna. Terimakasih.
Read More.....

Prediksi Harga Crude Oil WTI : Juli s/d Akhir Tahun 2009

Berdasarkan Analisa Teknikal, harga Crude Oil WTI saat ini sekitar USD59-60/barel diperkirakan merupakan harga terendah untuk periode Juli 2009. Sedangkan harga tertinggi untuk periode Juli 2009 ini adalah USD76/barel menurut FFC : Financial Forecast Centre Forecasts.Org.



Gambar disamping adalah Data yang disampaikan dalam Forecasts.Org yang kami coba compare dengan harga yang pernah terjadi sebelumnya. Selain itu disini kami coba sampaikan pula Chart yang memperkirakan kenaikan harga Minyak tertinggi adalah di Bulan Juli 2009 ini, dan diperkirakan terus menurun sampai dengan Akhir Tahun 2009 di kisaran USD45/barel.

Untuk itu kami sarankan agar tetap berhati-hati dalam melakukan Trading Harian Saham. Mudah-mudahan berguna untuk Proyeksi selanjutnya. Terimakasih.



Read More.....

Friday, June 19, 2009

Kinerja IHSG dibandingkan Indeks Dunia Lainnya : Jan - Jun 2009

Bagaimana kinerja IHSG dibandingkan Indeks Dunia lainnya? IHSG tertinggi yaitu hampir 50% atau sekitar 45%an. Hang Seng dan KOSPI sekitar 18%an, Nikkei 12%an. Dow Jones dan FTSE cenderung tidak bergerak yaitu hampir 0%. So, hati-hatilah dengan kondisi seperti ini.

Demikian, mudah-mudahan cukup berguna untuk bahan pertimbangan selanjutnya.

Salam hangat untuk Keluarga di rumah..

Read More.....

Kinerja IHSG dibandingkan Beberapa Saham Index Movers : Jan - Jun 2009

Kinerja IHSG selama Januari s/d Juni 2009 ini sekitar 50%an, sama dengan kinerja BMRI (Bank Mandiri). Sedangkan diatas IHSG ada ASII (Astra International) yaitu 100%an, dan BUMI (BUMI Resources) 170%an. Dibawah kinerja IHSG ada BBRI (Bank BRI) 30%an, dan TLKM (Telkom) serta ISAT (Indosat) yang cuma antara 0-10%an saja.

Read More.....

Kinerja Saham Sektor Telekomunikasi : Jan - Jun 2009

Entah fair atau tidak, tapi membandingkan TLKM (Telkom), ISAT (Indosat), dengan BTEL (Bakrie Telecom) cukup bikin gerah. Kinerja BTEL sekitar 170%an, sedangkan TLKM dan ISAT cuma antara 0-10%an.

Read More.....

Kinerja Saham Sektor Perkebunan : Jan - Jun 2009

Kinerja Sektor Perkebunan tertinggi dicetak UNSP (Bakrie Sumatera Plantations) yaitu hampir 200%, sedangkan LSIP (PP London Sumatera) dan INDF (Indofood) sekitar 100%an, AALI (Astra Agro Lestari) 70%an. SGRO (Sampoerna Agro) terendah yaitu 40%an.

Read More.....

Kinerja Saham Sektor Logam : Jan - Jun 2009

Sektor Logam cenderung sama yaitu INCO (Intl.Nickel Indonesia) sekitar 120%, sedangkan ANTM (Aneka Tambang) dan TINS (Timah) sekitar 100%

Read More.....

Kinerja Saham Grup Astra : Jan - Jun 2009

Tertinggi dicetak UNTR (United Tractor) yaitu sekitar 120%. Lalu ASII (Astra Intl.) 100%, AALI (Astra Agro Lestari) sekitar 70%. Terendah yaitu AUTO (Astra Otoparts) sekitar 5% saja.

Read More.....

Kinerja Saham Grup Bakrie : Jan - Jun 2009

Antara 300-400% yaitu ENRG (Energi Mega Persada), DEWA (Darma Henwa), dan ELTY (Bakrieland Development). Lalu yang antara 100-200%an adalah UNSP (Bakrie Sumatera Plantations), BTEL (Bakrie Telecom), BUMI (Bumi Resources). Sedangkan BNBR (Bakrie & Brothers) cuma sekitar 90%an.

Read More.....

Kinerja Saham Sektor Batubara : Jan - Jun 2009

BYAN (Bayan Resources) tertinggi yaitu 500%. DEWA (Darma Henwa) 330%an. HEXA (Hexindo Adiperkasa) 200%, sedangkan BUMI (Bumi Resources), INDY (Indika Energy), dan UNTR (United Tractors) antara 100-120%. PTBA (Tambang Batubara Bukit Asam) dan ITMG (Indotambang Megahraya) sekitar 80%.


Read More.....

Kinerja Saham Sektor Semen : Jan - Jun 2009

SMCB (Holcim Indonesia) dan INTP (Indocement) antara 60 - 40%, sedangkan SMGR (Semen Gresik) paling rendah



Read More.....

Kinerja Saham Sektor Perbankan : Jan - Jun 2009

BBNI (Bank BNI) menghasilkan Kinerja tertinggi yaitu 120%. Sedangkan BMRI (Bank Mandiri) dan BDMN (Bank Danamon) sekitar 50%-an. BBRI (Bank BRI) dan BBCA (Bank BCA) dibawah 40%.


Read More.....

Saturday, June 13, 2009

Target Moderat IHSG 2.280 Apakah Dapat Tercapai?

Pada postingan Blog Didi Capital tgl.05 Januari 2009 lalu dengan judul "IHSG-Perkiraan Posisi di Akhir 2009" dimana ditampilkan beberapa perkiraan Target IHSG di Akhir Tahun 2009 nanti yaitu; Pesimis 1.920, Moderat 2.280, Optimis 2.510 dengan indikator harus melewati beberapa tahapan titik Support; 1.090, 1.340, 1.510, 1.625, 1.750.



Maka selanjutnya Perkiraan Posisi IHSG di Akhir 2009 dapat kita geser menjadi Moderat yaitu di angka 2.280 dengan syarat melewati titik Support 2.165. Dimana MA 100 dan MA 200 diperkirakan akan bersilangan pada hari Senin/15Juni 2009 yang boleh kita harapkan akan terjadi Long-Term Bullish untuk 100 hari ke depan.

Dengan kondisi kenaikan harga minyak yg sudah melewati USD70/barrel, penguatan USD karena kenaikan Indeks Konsumsi AS, penurunan harga Emas yang mencerminkan kembalinya Investasi ke Pasar Uang/Modal, sepertinya kita bisa berharap bahwa IHSG 2.280 akan tercapai minimal di bulan Juli - Agustus 2009 nanti atau setelah Pilpres.

Namun demikian, sebaiknya tetap berhati-hati karena potensi penurunan IHSG yang disebabkan melemahnya Rupiah terhadap USD, Pilpres, aksi Ambil-Untung, Laporan Keuangan Emiten Juni'09 yang tidak sesuai harapan Investor, selesainya Pembagian Deviden, dsb.

Demikian mudah-mudahan berguna.





Read More.....

Tuesday, March 24, 2009

IHSG : Next Target 1.479

Asik juga lihat gerakan IHSG (saham-saham) yah.. Ngejoss teruss..! Seperti postingan terakhir saya tgl.01Mar09 lalu, memang jika mengambil posisi saat itu agak spekulasi.., tapi so far hasilnya lumayan bagus..

Terus bagaimana selanjutnya? Gerakan saat ini sudah terhitung cukup tinggi dan agak rawan profit taking.. Volume sih, sudah lumayan dan menunjukkan peningkatan.. Kita berharap saja ada Investor yang melakukan average down maupun koleksi saham-saham baru sehingga harga akan tetap terjaga..

Dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan ke depan, mudah-mudahan MA 200 hari yang berwarna ungu dan MA 100 hari yang berwarna hijau muda akan bertemu (bersilangan) dan gerakan kedua MA tersebut akan mengarah ke atas yang menunjukkan konfirmasi untuk LONG-TERM BULLISH.

Ok, saya ucapkan selamat bagi yang sudah mendapat keuntungan dalam beberapa hari ini... Jangan lupa sedekahnya yaah.. Salam..


Read More.....

Wednesday, March 4, 2009

EBook "Cara Download dan Install Program Analisa Teknikal Saham - Gratis dari ChartNexus"

Setiap orang yang berkecimpung di Pasar Modal, baik itu sebagai Investor ataupun Pialang, sejatinya harus dapat memahami dan memiliki pengetahuan menganalisa gerakan harga suatu Saham sambil mengkombinasikannya dengan pengetahuan Fundamental atas Saham itu sendiri, sehingga ketika melakukan keputusan membeli atau menjual Saham, hal itu tidak hanya berdasarkan “rekomendasi” ataupun “informasi” dari orang lain yang terkadang sarat dengan kepentingan, tetapi juga berdasarkan keyakinan karena memiliki pengetahuan atas Saham tersebut.



Untuk itu diperlukan suatu program aplikasi Analisa Teknikal Saham/Indeks yang saat ini banyak beredar di pasaran, baik itu yang paten dan umumnya mahal, ataupun yang gratisan.

Disini saya coba pilihkan salahsatu aplikasi GRATIS yang di release oleh ChartNexus yang sepanjang pengalaman saya menggunakannya memiliki keunggulan diantaranya;
1. Mudah download program dan install/settingnya di PC/laptop kita,
2. Mudah update Data Saham Harian dan dapat disetting “download otomatis” setiap membuka aplikasi yang terhubung ke internet,
3. Dapat dioperasikan Offline jika kita hanya sesekali tersambung ke internet. Jadi internet hanya untuk download Data Saham Harian atau update program baru yang hanya memerlukan waktu normal sekitar 1 s/d 3 menit saja,
4. Dapat dioperasikan Online terus-menerus sambil mengaktifkan feature “Info” (sepertinya untuk program berbayar) yang memberikan info data keuangan Emiten,
5. Server data berada di ChartNexus Singapore dan data diolah disana, sehingga data yang tersimpan di PC/laptop kita adalah data hasil olahan yang kecil memory datanya,
6. Tersedia indikator yang sama seperti yang disediakan aplikasi berbayar atau paten a.l.; Candlestick dan Bar Chart, indikator Bollinger Band, MACD, Fibonacci Retracement, WMSR, dsb.,
7. Jika kita sering latihan, akan terasa mudah mengoperasikannya,
8. Juga tersedia program berbayar yang relatif murah dalam bentuk Adds-On pada program gratisannya.

Demikian beberapa keunggulan ChartNexus sepanjang pengalaman saya menggunakannya. Jika tertarik ingin mendownload programnya, untuk mempermudah telah saya susun EBook "Cara Download dan Install/Settingnya" yang bisa didownload disini, atau lihat di daftar Kolom Ebook.

Akhirnya jika ada kesulitan download/install program ChartNexus ini, silahkan tuliskan di kolom komentar atau email langsung ke saya. Insya Allah akan saya balas segera.

Demikian mudah-mudahan berguna. Terima Kasih.

Source : Versi asli bentuk PDF bisa didapat di www.chartnexus.com/learning/



Read More.....

Sunday, March 1, 2009

IHSG di 1.285. Bisakah bertahan untuk tidak kembali Bearish?

Jumat 27/02/09 IHSG ditutup pas di 1.285. Dari beberapa indikator terlihat beberapa kemungkinan yaitu : RSI => menekuk ke atas, namun dapat menekuk ke bawah lagi. Stockhastic => berada di bawah dan ada kemungkinan menekuk ke atas. WM%R => sudah berada di bawah dan dapat naik ke atas memotong garis signal. Jika ketiga indikator ini membaik dan menekuk/meneruskan garis ke atas IT'S TIME TO BUY. Namun perlu hati-hati karena Bollinger Band dan MACD masih ada kemungkinan meneruskan tusukan ke bawah.

Ada pertanyaan, kapan Analisa Fundamental bisa digunakan? Menurut hemat saya, jika IHSG kembali ke 1.400-1.500, baru pada saat itulah Analisa Fundamental bisa bekerja dengan baik. Untuk saat ini sebaiknya masih menggunakan Analisa Teknikal yang dominan untuk memprediksi pergerakan harga dan indeks Saham.

Silahkan memperbesar image untuk melihat chartnya. Demikian, mudah-mudahan cukup berguna. Terima Kasih.


Read More.....

Friday, February 27, 2009

IHSG : Perkiraan Jumat - Jumat / 27Peb - 06Mar09

IHSG diperkirakan Flat dan cenderung ke arah Bearish. Gerakan diperkirakan diantara 1.272 dan 1.313, namun setiap penutupan diperkirakan akan dijaga di atas 1.285. Jika tidak dijaga di atas 1.285, kemungkinan besar masuk Bearish lagi untuk waktu yang cukup lama. Seperti biasa, TLKM (Telkom) dan ISAT (Indosat) kemungkinan besar akan digunakan untuk menjaganya.

Sedangkan ada beberapa Saham yaitu BYAN (Bayan Resources), ITMG (Indotambang), ANTM (Aneka Tambang), INTP (Indocement) dan beberapa lagi yang masih ada harapan untuk trading dengan kemungkinan besar mencetak gain. Untuk jelasnya, silahkan membaca postingan sebelumnya untuk periode Jumat s/d Jumat / 27Peb - 06Mar09.

Terima Kasih atas kesediannya meluangkan waktu menyimak Blog Didi Capital. Semoga pengetahuan saya yang sedikit ini dapat berguna dan membantu trading rekan-rekan.


Read More.....

Saham Semen (INTP, SMCB, SMGR) : Perkiraan Jumat - Jumat / 27Peb - 06Mar09

INTP (Indocement) :
Mencoba rebound dengan peningkatan vol tapi trading diperkirakan cenderung turun ke arah 3.875 (S1) namun dapat kembali ke 4.175 (R1).

SMCB (Holcim Indonesia) :
Cenderung Flat. Trading area diperkirakan diantara 530 (S1) dan 580 (R1).

SMGR (Semen Gresik) :
Cenderung turun ke 3.450 (S1) dan diperkirakan dapat menuju 3.350 (S2), namun setelah itu ada harapan kembali ke 3.550 (R1). Trading area diperkirakan diantara 3.350 (S2) dan 3.550 (R1).

Silahkan klik images untuk memperbesar. Terima Kasih.









Read More.....

Saham Kontruksi (ADHI, WIKA, JSMR) : Perkiraan Jumat - Jumat / 27Peb - 06Mar09

WIKA (Wijaya Karya) :
Cenderung Flat. Trading area sempit, diperkirakan hanya diantara 210 (S1) dan 225 (R1).

ADHI (Adhi Karya) :
Cenderung Flat. Trading area sempit, diperkirakan hanya diantara 260 (S1) dan 280 (R1).

JSMR (Jasa Marga) :
Cenderung Flat agak menurun. Trading area sempit, diperkirakan hanya diantara 910 (S1) dan 940 (R1).

Silahkan klik images untuk memperbesar. Terima Kasih.










Read More.....

Pondok Pesantren Daarut Tarbiyah

Meta Tags Generator - AddMe SEMRush.com.

eWebSubmission.com - Global Web Directory DidiCapital Saham, Pelatihan Gratis, Belajar Analisa Teknikal: 2009
Free Meta Tag Generator