http://didicapital.blogspot.com/ DidiCapital Saham, Reksadana, Belajar Analisa Teknikal, Trading -->

IDX Stock Ticker

Thursday, January 29, 2009

Software Gratis untuk Belajar Analisa Teknikal

Mau belajar Analisa Teknikal tapi belum ada software yang cocok? Wow, mungkin saya punya solusinya buat Anda yang baru belajar seperti saya. Softwarenya Gratis pula dan menurut saya lebih simpel dari yang selama ini ada. Begini, dua tahun lalu saya pernah ikut kursus MS yang lumayan mahal, cuma dasar memang otak saya yang tidak mampu, akhirnya CD Free Trial MS yang 1 bulan itu - dikasih karena ikut kursus - tidak bisa maksimal saya gunakan. Pertama karena saya gaptek, terus tidak bisa pake downloadernya, lagipula mesti disiplin setiap hari mendowbload data BEI. Berat juga. Begitu juga dengan AB, saya suka melihat tampilannya, tidak perlu mendownload manual, tapi AB akan mendownload data BEI secara otomatis, tapi berhubung otak sudah agak terlambat mikir, maklum sudah tua, jadi sama saja dengan MS, AB tidak berfungsi di saya.




Dari seorang teman, Mr. Ajong, direkomendasikanlah agar saya coba menggunakan software saham yang gratis ini dari Chart Nexus (CN) yang berbasis di Singapura. Database yang dipakai CN sangat kecil karena kita hanya mengambil data yg sudah diolah di server CN di Singapura. Mau lihat hasil tampilan CN? Ya ini yang ada di Blog saya ini. Hehe..

Tertarik? Caranya gampang, coba klik disini lalu;
1. Cari tombol "Sign Up" di baris paling atas, maka Anda akan diminta untuk mengisi form seperti dibawah ini. Silahkan dipilih, Anda memerlukan mana saja. Kalau saya sih, sudah cukup JSX dan US.



2. Setelah dilengkapi, maka CN akan mengirimkan e-mail. Lalu Anda buka e-mail dari CN dan Anda klik link untuk aktifasinya.

3. Setelah aktifasi, silahkan Anda download program Chart Nexus dengan menggunakan ID dan password yang tadi Anda buat.

4. Saat mendownload Anda akan ditanya apakah Anda akan mendownload data BEI otomatis setiap kali membuka CN? Itu berarti Anda mesti online dengan internet terus. Kalau saya sih tidak menyetelnya, jadi saya hanya mendownload data BEI dan World Index hanya satu kali, setiap malam saja.

5. Setelah download data complete, maka Anda lihat pojok kiri atas CN, apakah tanggalnya sudah sama dengan tanggal Bursa terakhir? kalau belum, Anda mesti mengulangi download datanya.

6. Selanjutnya jika sudah berhasil download dan ingin menggunakan CN, sebetulnya parameter di CN itu yang common dipakai, tapi kalau Anda ingin setting sendiri, silahkan Anda rubah settingan parameternya.

Tidak perlu saya jelaskan lagi kan? Nah, selamat mencoba. Kalau ada yang masih bingung, mendingan ikutan saya aja jadi fansnya Budi Anduk Tawa Sutra XL di Facebook.. Hehe.. Gak deng, tanya saya aja kalo ada yang mau ditanyakan yaa.. (di Shoutmix juga bisa) Selamat mencoba..





Read More.....

Software Gratis / Beli Rp.50.000,- : Stock Management

Bagi yang belum memiliki software untuk Stock Management, mungkin bisa mencoba Krishand Stock Management yang berguna untuk Pencatatan Jual-Beli Saham. Dari penjelasannya, software ini berbasis Windows dan sudah dapat menghitung harga perolehan saham/harga pokok setelah dikurangi komisi, PPN, BEJ fee, PPh.





Bisa di Download Free Trialnya disini. Tinggal diikuiti langkah-langkahnya yang ada di halaman bawah, sepertinya tidak sulit menginstallnya dan tidak ada salahnya mencoba. Jika Anda puas setelah mencoba, mungkin Anda dapat menghubungi Krishand untuk membeli software originalnya via CD-ROM seharga Rp.50.000,- (sudah termasuk ongkos kirim Jabodetabek). Saya pribadi sih belum mencoba, karena sudah merasa cukup dengan Excel sederhana. Selamat mencoba.




Read More.....

Monday, January 26, 2009

Saham BUMI menurut Embah OB

Berikut saya kutip pendapat soal Saham BUMI dari Embahnya Obrolan Bandar, mudah-mudahan dapat menjadi bahan pertimbangan rekan-rekan yang sempat beli di harga atas jika ingin melakukan average-down . Silahkan klik pada image untuk memperbesar.

Quote. Angpao dari Embah 23/01/2008

Coal hari ini naik menjadi $88, Data ini menunjukan bahwa SCENARIO TERBURUK dari industri batu bara yaitu harga batubara akan turun menjadi sama dengan harga minyak seperti thn 2007, kecil kemungkinannya.




Harga batu bara mencapai titik terendah pada awal Desember 2008 dilevel 75, dan sesudah itu harga batu bara naik secara STEADY ke level 88 meskipun pada periode tsb harga minyak DIBANTING kelevel 33 dollar pada pertengahan Desember dan pertengahan January.

Pada thn 2007, RATIO harga minyak terhadap batu bara sekitar 1 banding 1, harga minyak sedikit diatas harga batu bara.

Dengan naiknya harga minyak, dunia mencari energi yg lebih murah yaitu batubara, sehingga harga batubara secara bertahap naik terus terhadap harga minyak. Saat ini Ratio tsb sudah mencapai angka 2. Meskipun harga minyak pernah turun sampe lebel 32, harga coal tidak pernah LEBIH RENDAH dari level 75.

Ratio ini sangat penting untuk PROFITABILITAS industri batu bara, contoh:
- Misal Cost baru bara = 40, harga jual 50, profit = 10 (50-40)
- Jika harga jual naik ke 80 maka profit menjadi 40 (80-40)
- Jadi kenaikan harga batubara 60% (80-50) mengakibatkan keuntungan naik 300% (10 menjadi 40), ini yang mengakibatkan BUMI untung BESAR dan sahamnya dulu pernah ke 8500 karena harga coal pernah ke 184 dan minyak ke 147.
- Pada January 2007, harga batu bara = 50, harga minyak 56 dan BUMI 900.
- Pada Nov/Des 2008, harga batubara saat itu sama dengan harga batu bara saat ini disekitar 88, saat itu BUMI ada dilevel range 3775-6900 rata2 5500.

Harga BUMI SAAT INI 470 dan coal 88 dan minyak 43, apakah ini bukan ANGPAO TERBESAR buat Tahun Baru KERBAU ini (470 VS 5500) ? ....hehehe...

Lalu kenapa ini bisa terjadi ? kenapa BUMI bisa murah meriah ?.

Jawabannya: FINANCIAL ENGINEERING

- Ketika harga BUMI dan Coal tertinggi, saham BUMI punya pribadi dijual ke perusahan publik dengan harga 4500. Pemilik pribadi SELAMAT dan UNTUNG !!!, resiko dipindahkan ke perusahaan PUBLIK !!!
- Lalu Saham2 tsb direpokan ke kreditur agar dapet CASH diharga 3000 buat bayar saham yg dibeli diatas. Dan resiko pun pindah ke pihak Creditur !!!
- Sekarang harga saham BUMI udah tinggal 500, jadi BERITA BERITA JELEK dikeluarin, Laporan Keuangan DIBIKIN AMBURADUL ,agar mereka bisa beli diharga MURAH MERIAH 500.
- Sesudah itu tunggu minyak naik ke 50 atau 60, maka batu bara naik lagi ke 100/120 (ratio 2:1), harga saham BUMI akan naik lagi ke 3000 untuk bayar hutang ke kreditur,itupun kalo saham YG DIREPOIN BELON dijual diharga 500 ke pasar.

Itulah kekuatan Financial Engineering, MAKING MONEY lewat Sejuta Aksi CA (Corporate Action)..

Posting ini adalah Angpao dari embah buat yg nyangkut di BUMI, bersabar saja, kalo BUMI turun lagi, akumulasi angpao ini PELAN PELAN...

Note:
- Buat pak Rully, teruskan perjuangan agar BUMI tidak DIKERJAIN LAGI dikemudian hari ...

Unquote




Read More.....

Tuesday, January 20, 2009

IHSG - Perkiraan Pergerakan : Sel-Jum/20-23Jan09

Berikut adalah perkiraan pergerakan IHSG selama Sel-Jum/20-23Jan09 dengan beberapa hal yang dapat menjadikannya sentimen positif diantaranya adalah sbb.:
1. Penurunan harga BBM
2. Penurunan suku bunga kredit perbankan oleh Bank-bank besar.
3. Pelaksanaan peraturan Auto Rejection baru dari BEI yaitu untuk harga saham Rp.50 - Rp.200 AR +/- 35%; Rp.Rp.200 - Rp.5.000 AR +/- 25%; Rp.5.000 ke atas AR +/- 20%.
4. Pelantikan Presiden AS nanti malam (Sel/20Jan09)
5. Pengumuman Kabinet AS
6. Program-program ekonomi AS




Sedangkan yang mungkin dapat menjadi sentimen negatif diantarnay adalah sbb.:
1. Diperkirakan bulan Januari 2009 ini kembali terjadi Deflasi (tidak ada pertumbuhan konsumsi masyarakat?)
2. Kebakaran di Depo Pertamina - Plumpang yang jika tidak diusut tuntas dan diselesaikan dengan baik, akan dapat membuat para Investor khawatir, seperti halnya kejadian yang menimpa Bank Century, Signature Capital, Sarijaya Sekuritas.

Untuk pergerakannya sendiri, seperti perkiraan IHSG saya minggu lalu seperti 1.350 sudah cukup kuat untuk mehan penurunan selanjutnya. Maka target selanjutnya IHSG adalah 1.415. Silahkan klik pada gambar untuk memperbesar. Saran, kritik, pertanyaan, masukan lainnya, silahkan tinggalkan di Kolom Komentar ataupun Shout Mix. Terimakasih sudah mau mampir di Blog saya yang masih newbie ini. Salam.




Read More.....

Saham Pertambangan - Perkiraan Pergerakan : Sel-Jum/20-23Jan09

Berikut adalah perkiraan pergerakan Saham Pertambangan : INCO, PTBA, ANTM untuk Selasa - Jumat / 20 - 23Jan09. Silahkan klik gambar untuk memperbesar dan melihat keterangannya. Jika ada hal, usul, saran, dsb. mohon tinggalkan komentar Anda di Kolom Komentar atau ShoutMix. Terimakasih sudah mau mampir.












Read More.....

Saham Infrastruktur - Perkiraan Pergerakan : Sel-Jum/20-23Jan09

Berikut adalah perkiraan pergerakan Saham Infrastruktur : JSMR (Jasa Marga) dan PGAS (PN Gas) untuk Sel-Jum/20-23Jan09. Jika tidak ada sesuatu yang menghambat, kedua Saham ini diperkirakan yang akan paling mampu cepat mencapai harga-harga sebelumnya jika keadaan ekonomi membaik.

PGAS diperkirakan masih dapat ditradingkan diantara 2.030 (S1) dan 2.150 (R1) yang jika tembus, target selanjutnya berada di 2.275 (R2). Namun jika turun menembus S1, diperkirakan akan dengan mudah longsor ke 1.930 (S2).

Untuk JSMR silahkan klik pada gambar untuk memperbesar dan melihat keterangannya. Terimakasih.










Read More.....

Saham Perkebunan - Perkiraan Pergerakan : Sel-Jum/20-23Jan09

Berikut perkiraan pergerakan Saham Perkebunan diantaranya; INDF (Indofood) dan LSIP (London Sumatera) - (AALI ada di ulasan Grup Astra). Silahkan klik pada gambar/chart untuk memperbesar.

INDF diperkirakan dapat ditradingkan diantara 970 (S1) dan 1.130 (R1) dan 1.200 sebagai R2 nya.

Untuk LSIP silahkan melihat keterangannya di gambar. Terimakasih.









Read More.....

Saham Perbankan - Perkiraan Pergerakan : Sel-Jum/20-23Jan09

Saham Perbankan diperkirakan dapat bergerak cukup signifikan diantaranya dikarenakan; perkirakan akan terjadi Deflasi di bulan Januari 2009 ini sehingga akan memaksa BI untuk menurunkan BI Rate yang akan berimplikasi terhadap penurunan Deposito, kenaikan yield Instrumen Hutang (kenaikan harga instrumen tsb.), dan penurunan suku bunga kredit yang akan dimotori Bank-bank besar seperti; BBCA (Bank BCA), BBRI (Bank BRI), BMRI (Bank Mandiri), BBNI (Bank BNI). Untuk melihat chart perkiraan pergerakan sahamnya, silahkan klik pada gambar untuk memperbesar dan melihat keterangannya.




BBNI diperkirakan dapat ditradingkan diantara 740 (S1) dan 850 (R1) dengan indikasi positif akan menuju 900 (R2).

Sedangkan BBRI diperkirakan dapat ditradingkan diantara 4.650 (S1) dan 4.875 (R1), jika R1 tembusa maka berpeluang besar menuju 5.150 (R2). Sedangkan jika S1 tembusa ke bawah, ada 4.300 (S2) sebagai penahan selanjutnya.

BMRI diperkirakan masih dapat ditradingkan diantara 1.930 (S1) dan 2.175 (R1), yang jika tembus dapat perlahan menuju 2.275 (R2). Sedangkan jika S1 tidak kuat, ada 1.780 (S2) sebagai penahan penurunan selanjutnya.

Untuk BBCA silahkan klik di gambar, dan ikuti 'pemain besar bekerja'. Terimakasih.












Read More.....

Saham Grup Astra - Perkiraan Pergerakan : Sel-Jum/20-23Jan09

Berikut adalah perkiraan pergerakan Saham Grup Astra diantaranya; ASII (Astra Intl.) : Faktor AALI (Astra Agro), UNTR (United Tractors) penurunan suku bunga kredit, kenaikan angka penjualan sangat mempengaruhi ASII sehingga ASII diperkirakan dapat ditradingkan diantara 12.150 (S1) dan 13.500 (S1) dengan harapan dapat dengan lancar menuju 14.500 (R2). Gambar dan keterangannya silahkan klik digambar untuk memperbesar.

AALI diperkirakan dapat ditradingkan diantara 10.700 (S1) dan 13.050 (R1), sementara UNTR diperkirakan dapat ditradingkan diantara 4.250 (S1) dan 5.450 (R1), selanjutnya jika rally dapat mencapai 6.200 (R2). Silahkan klik gambar untuk melihat keterangan selanjutnya. Terimakasih.












Read More.....

Monday, January 12, 2009

IHSG - Perkiraan Pergerakan : Sen-Jum/12-16Jan09

Berikut perkiraan pergerakan IHSG periode : Senin - Jumat / 12 - 16 Januari 2009. Faktor pelantikan Presiden AS tgl. 20 januari 2009 / Senin malam WIB diperkirakan akan menjadi pendorong kenaikan Pasar Global. Silahkan klik gambar untuk memperbesar. Terimakasih.


Read More.....

Saham Infrastruktur - Perkiraan Pergerakan : Sen-Jum/12-16Jan09

Berikut perkiraan pergerakan harga saham Sektor Infrastruktur JSMR (Jasa Marga), PGAS (PN Gas) periode : Senin - Jumat / 12 - 16 Januari 2009 dg sentimen positifnya adalah; indikasi hasil Q4 2008 dan perbaikan indikator ekonomi RI. Silahkan klik gambar untuk memperbesar. Terimakasih.










Read More.....

Saham ASII - Perkiraan Pergerakan : Sen-Jum/12-16Jan09

Berikut adalah pergerakan harga saham ASII (Astra Intl.) periode : Senin - Jumat / 12 - 16 Januari 2009 dg sentimen positif diantaranya faktor UNTR (United Tractors) dan AALI (Astra Agro) serta indikasi penurunan sukubunga kredit konsumer perbankan. Namun ada sentimen negatif yaitu penghapusan BM impor untuk mobil berikut komponennya dari Korea terkait perjanjian AFTA antara Asean dan Korea.

Silahkan klik gambar untuk memperbesar. Terimakasih.


Read More.....

Saham Perbankan - Perkiraan Pergerakan : Sen-Jum/12-16Jan09

Berikut adalah perkiraan pergerakan harga saham Sektor Perbankan BBRI (Bank BRI), BMRI (Bank Mandiri), BBNI (Bank BNI), BBCA (Bank BCA) dg sentimen positifnya diantaranya adalah; seiring dg penurunan BI rate maka Bank akan mulai menurunkan suku bunga pinjaman, sinyal penguatan kurs IDR/USD. Namun ada sentimen positif yaitu jika kondisi ekonomi stagnan atau memburuk maka NPL Perbankan akan meningkat.

Silahkan klik pada gambar untuk memperbesar. Terimakasih.












Read More.....

Saham Pertambangan - Perkiraan Pergerakan : Sen-Jum/12-16Jan09

Berikut adalah perkiraan pergerakan harga saham Sektor Pertambangan (PTBA, ANTM, TINS, INCO) untuk periode : Senin - Jumat/12 - 16 Januari 2009 dg sentimen positif menjelang pelantikan Presiden AS tgl. 20 Januari 2009 / Selasa malam WIB, sedangkan untuk PTBA adalah penerbitan Obligasi PLN sekitar Rp.2,2 Trilyun untuk pembangunan proyek pembangkit listrik 10.000 MW, banyak peminatnya dan ada kemungkinan over-subscribe. PTBA adalah pemasok utama PLN.

Silahkan klik pada gambar untuk memperbesar. Terimakasih.














Read More.....

Saham Perkebunan - Perkiraan Pergerakan : Sen-Jum/12-16Jan09

Berikut adalah perkiraan pergerakan harga saham Sektor Perkebunan (AALI, LSIP, INDF - karena faktor Indo Agri) untuk periode : Senin - Jumat/12 - 16 Januari 2009 dg beberapa sentimen diantaranya adalah menyongsong Imlek hari Senin/26 Januari 2009 nanti.Untuk memperbesar, silahkan klik pada gambar. Terimakasih.










Read More.....

Monday, January 5, 2009

IHSG - Proyeksi 2009

Menyikapi tantangan arah investasi yang semakin berat di tahun 2009 ini, berikut saya sampaikan beberapa kesimpulan dan pointer mengenai arah investasi tahun 2009 dari ulasan di harian Kontan dan pendapat beberapa pengamat sbb. :




1. Menurut Gene McGillian, Analis Tradition Energy Stamford (Kontan, 02/01/09);
• Kenaikan harga minyak karena persediaan minyak AS merosot per 31/12/08, jadi AS ada kemungkinan akan memborong minyak, dan karena perusahaan penyulingan minyak AS memangkas produksinya untuk menaikkan marjin. Juga karena minimnya transaksi perdagangan minyak (note.di bursa komoditas).
• Harga minyak Q1 akan bertengger di USD49/barel dan rata-rata 2009 di level USD58,48/barel.

2. Menurut Albert Pakasi, Direktur Vibiz Consulting (Kontan, 02/01/09);
• Harga minyak bisa menguat jika masalah geopolitik akan melibatkan negara Arab lainnya.
• Minyak akan bergerak di USD55/barel.

3. Menurut Kurtubi, Pengamat Perminyakan (Kontan, 02/01/09);
• Kenaikan harga minyak hanya sesaat karena spekulasi pasar dengan serangan Israel ke Jalur Gaza – profit taking setelah Investor membeli di level USD37/barel.
• Wilayah konflik itu tidak menghasilkan minyak mentah dan tidak ada jalur pipa minyak melewatinya.
• Banyak negara akan mati-matian menekan harga minyak, karena krisis ekonomi semakin berat jika harga minyak mahal.
• Akibat krisis, banyak negara mengurangi permintaan minyak karena banyak pabrik yang mengurangi produksi atau malah tutup – gejala ini akan tampak di AS dan Eropa.
• Semester II 2009 harga minyak akan pulih ke angka USD60 – USD80/barel seiring pemulihan ekonomi dunia.
• Selama 2009 harga minyak akan bergerak dalam kisaran USD20 – USD70/barel dengan harga rata-ratanya adalah USD45/barel.

4. Menurut Rizal Prasetijo, Managing Director JP Morgan Sec. Indonesia (Kontan, 03/01/09);
• Ekonomi global tak akan tumbuh, justru susut 0,8%. Penyebabnya adalah kondisi ekonomi AS, Eropa, dan Jepang – penggerak hampir separuh ekonomi dunia.
• Ekonomi AS akan minus 1,6%, Eropa akan minus 1,8%, dan Jepang akan minus 2,6%.
• Pertumbuhan ekonomi RI 2009 antara 4% - 4,5% (diatas rata-rata negara berkembang yang hanya 3%).
• Dana asing yang masuk RI (capital inflow) akan minim sepanjang awal 2009, dan dana keluar (capital outflow) baru akan reda pada Q2 - Q4 2009.
• Racikan portofolio harus dilihat dari segi toleransi resiko (risk appetite) – seberapa besar kerugian yang rela ditanggung, dalam hal ini apakah konservatif, moderat, atau agresif – dan jangka waktu (time horizon) – seberapa lama kekayaan akan ditanamkan disebuah instrumen investasi.
• Dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi, Investor seharusnya memegang uang tunai (cash), disebabkan lebih mudah mengubah isi portofolio selama punya cash.
• IHSG Semester I 2009 akan bergerak naik-turun antara 1.100 – 1.700 dan akan membaik di Semester II 2009.
• Harga emas akan naik kalau inflasi tinggi. Perkiraan Q1 USD750/troy ounce, Q2 USD800, Q3 dan Q4 USD825.
• Kredit bermasalah perbankan (note.NPL) berpotensi meningkat tajam lantaran harga komoditas sedang turun karena 8% dari total pinjaman Bank disalurkan ke sektor pertambangan dan perkebunan.
• Harga komoditas baru naik sekitar Q4 2009.

5. Menurut Goei Siauw Hong, pengamat Pasar Modal (Kontan, 03/01/09);
• Langkah ketiga Bank Sentral memotong suku bunga (Fed jadi 0% - 0,25%, BoJ jadi 0,1%, ECB jadi 2,5%) adalah ironi karena pemotongan suku bunga adalah peluru terakhir untuk melawan krisis, jika peluru sudah habis maka tinggal kebijakan fiskal yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
• 2009 adalah fase II krisis pasar finansial karena memburuknya ekonomi global dan dalam negeri, setelah (note.fase I atau 2008) karena dampak krisis di AS.
• IHSG akan terus merosot hingga menembus level 1.000, bahkan mungkin saja mencapai 700.
• Deposito masih menjadi tempat menanam uang yang menjanjikan.
• Semua sektor usaha menghadapi masa sulit. Yang paling parah adalah sektor yang berhubungan dengan kredit yaitu perbankan karena seretnya penyaluran kredit.
• Sebaiknya melirik saham sektor barang-barang konsumsi karena krisis tidak menghentikan masyarakat mengkonsumsi kebutuhan sehari-hari.

6. Menurut Purbaya Y. Sadewa, Kepala Ekonom Danareksa (Kontan, 03/01/09);
• Berdasarkan riset, Partai Demokrat AS selalu mementingkan ekonomi.
• Pertumbuhan ekonomi RI maksimal 5,9%.
• IHSG akan pulih setelah Q1 2009 dan menyentuh level 2.000 di akhir 2009.
• Awal 2009 Rupiah akan menguat terhadap USD.
• Pemerintah AS akan banyak mencetak USD untuk menggairahkan ekonomi AS yang terkena krisis, jadi pasokan (note.supply) USD akan melimpah.

7. Menurut Fauzi Ichsan, Senior Economist Standard Chartered Bank (Kontan, 03/01/09);• Selama capital outflow terjadi, Rupiah akan semakin tertekan karena suplai USD menipis, tapi Semester II 2009 Rupiah bisa menguat ke Rp.9.300 – Rp.9.500/USD.
• Bursa (note.BEI) akan pulih Semester II 2009.
• Akhir Q1 2009 Investor bisa masuk saham perlahan-lahan.
• IHSG bisa tumbuh 20% - 30%.
• Sebaiknya investasi properti jika bunga turun.
• Investor tidak terlalu peduli dengan ekspansi perusahaan (note.emiten), yang penting bagaimana dengan labanya.
• Jagoannya adalah saham sektor konstruksi dan infrastruktur seperti kontraktor pembangkit listrik, jalan tol, dan produsen semen karena akan kebanjiran proyek Pemerintah.
• Setelah itu saham barang konsumsi, otomotif, dan perbankan.
• Terakhir naik, sektor batubara, kelapa sawit, minyak dan gas bumi.

8. Menurut Nico O. Jonckheere, Wapres Riset Analis Valbury Asia Future (Kontan, 03/01/09);• Investor agar membagi portofolio berdasarkan usia si Investor dengan rumus 100 dikurangi usia. Contoh, usia Investor 38 tahun maka hasilnya 62 banding 38, artinya 62% ditanamkan di instrumen yang agresif dan 38% di konservatif.
• Harga emas Semester I 2009 akan tertekan ke USD700 karena penguatan USD – sentimen positif program ekonomi Obama.
• Tiga hal yang menyebabkan kenaikan harga emas yaitu naiknya harga komoditas (note.minyak, dsb.), melemahnya USD, dan upaya Fed mengerek inflasi yaitu jika inflasi naik harga emas ikut naik tapi kalau deflasi harga emas kemungkinan besar akan turun.

9. Menurut Erry Firmansyah, Dirut BEI (Kontan 03/01/09);
• IHSG bisa naik 10% - 15% sesuai perkiraan laba bersih masing-masing emiten.

10. Menurut Guntur Pasaribu, Direktur Fixed Income dan Derivatif BEI (Kontan, 03/01/09);
• Perdagangan obligasi kemungkinan akan tumbuh 10%.

11. Menurut Handy Yunianto, Analis Obligasi Mandiri Sekuritas (Kontan, 03/01/09);
• Inflasi 2009 di level 7,77%.

12. Menurut PT.Pefindo (Kontan, 03/01/09);
• Inflasi 2009 di kisaran 7% - 8%.
• BI Rate ideal untuk pasar di level 7,5% - 8,5%.
• Kahlil Rowter, Dirut; asing yang pegang surat utang saat ini lebih banyak investasi jangka panjang. 2009 akan terbit obligasi korporasi antara Rp.10 trilyun – Rp.15 trilyun.

13. Menurut Helmi Arman, Analis Bank Danamon (Kontan 03/01/09);
• Target BI Rate di level 7% - 8%.
• Obligasi (note.SUN) tenor 10 tahun yield jadi sekitar 10,5% dari saat ini sekitar 13%.
• Obligasi (note.SUN) tenor 5 tahun kemungkinan yield 9,5% dari saat ini 12,9%.
• Obligasi jangka pendek dan mengah akan jadi incaran di 2009, tetapi jika untuk buy to hold, beli yang kangka panjang juga tidak masalah.
• Apabila kondisi ekonomi dunia sudah lebih stabil, Investor akan keluar dari aset berbentuk USD dan akan kembali ke emerging markets dan Indonesia punya kesempatan yang bagus.
• Pasar obligasi masih menarik karena rasio utang terhadap PDB terus turun dan kini sudah di level 30%.

14. Menurut Edward P. Lubis, Direktur Bahana ICW Invest. Mgmt. (Kontan, 03/01/09);
• Jika pajak (note.pajak atas keuntungan obligasi – capital gain – portofolio Reksadana) resmi berlaku, Investor tak berminat melirik obligasi. Orang akan memilih deposito ketimbang reksadana berbasis obligasi. Karena deposito dijamin Pemerintah sedangkan reksadana berbasis obligasi justru akan kena pajak, tidak ada penjaminan, dan ada resiko fluktuasi harga.

15. Menurut Leo Hadi Loe, Country Rep. World Gold Council (Kontan, 03/01/09);
• Ketika Investor panik karena takut krisis global, mereka cenderung cari aman, pilihannya emas.
• Harga emas akan menguat jika ekonomi global semakin memburuk, sebaliknya juga begitu.
• Semua tergantung bagaimana Obama bisa memulihkan ekonomi AS.
• Harga emas akan bergerak di kisaran USD400 – USD600/troy ounce, tapi jika resesi semakin berat bisa melewati USD1.000.

16. Menurut Roy Sembel, Chief Research Officer Capital Price (Kontan, 03/01/09);
• Investor agar tidak menaruh seluruh hartanya di emas karena harga emas selalu bersimpati terhadap harga komoditas tambang lainnya.
• Investasi di emas akan berprospek jika keadaan suatu negara tak menentu.
• Investasi di emas jangan melebihi 2,5% dari seluruh portofolio – bagian manajemen resiko dan diversifikasi – dan investasi harus jangka panjang.
• USD akan memasuki tren penurunan sedang pergerakan EUR terhadap USD cenderung stagnan karena AS dan Eropa sama-sama mengalami krisis.
• JPY akan menguat signikan terhadap USD.

Perkiraan selama awal 2009 dengan menyambung Info Market saya tgl. 26 Nopember 2008 lalu sbb.:

1. Bid/offer saham/obligasi masih tetap tipis, namun tetap ada kemungkinan dengan tipisnya bid/offer akan memudahkan emiten/Investor untuk mengangkat (atau malah menurunkan) harga saham/obligasinya,
2. Auto Reject secara global yaitu Batas Atas dan Bawah masing-masing 30% akan mulai diberlakukan awal 2009. Sebagai informasi dan mengingatkan saja, AR normal sebelum-sebelumnya adalah sbb.;

Harga Saham Auto Reject
5 – 100 50%
101 – 500 35%
501 – 2.500 30%
2.501 – 5.000 25%
Diatas 5.000 20%

3. Pemotongan BI Rate menjadi 7,5% – 8% secara bertahap selama 2009 ini dengan perkiraan penurunan awal BI Rate akan menjadi 9% di Januari 2009 dengan pertimbangan penurunan inflasi Desember 2008, dan BI Rate di bulan Maret 2009 menjadi 8,25% - 8,5% akan membuktikan kepercayaan diri Pemerintah sehingga Investor/spekulan akan meninggalkan Pasar Uang (Deposito dan Valas), untuk kembali masuk Pasar Modal dengan membeli SUN jangka menengah (5 – 10 tahun) atau obligasi korporasi serta saham dengan pilihan utamanya tetap sektor perbankan (misal; BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, BDMN), konsumer (misal; INDF, ASII), dan infrastruktur (misal; JSMR, WIKA), serta komoditas (misal; ANTM, INCO, PTBA, BUMI, AALI, LSIP, UNSP, dsb.).
4. Pelantikan Presiden AS terpilih Barrack H. Obama.
5. Pengumuman Kabinet Presiden AS.
6. Pengumuman program ekonomi AS dan kebijakan stimulus-stimulusnya.
7. Sampai dengan Q1 2009 adalah kondisi yang sangat baik untuk melakukan average down.
8. Intraday/half day trading masih menjanjikan selama 2009 ini dikarenakan trend bullish dengan perkiraan IHSG Akhir Tahun 2009 adalah : 1.920 (pesimis), atau 2.280 (moderat), atau 2.510 (optimis).
9. Mungkin kedepannya akan ada lagi invisible hands yang akan mencoba mengangkat harga komoditas agar portofolionya bisa keluar dari Pasar. Contohnya, menggunakan “tangan kosong” dalam hal ini menggunakan Israel yang tanpa sebab pasti, mengobarkan Perang di Jalur Gaza, padahal mengutip info dari Kurtubi, bahwa kawasan itu tidak ada sumber minyak dan tidak ada pipa minyak yang melewati. Kita sangat prihatin dengan langkah-langkah seperti itu, dan mudah-mudahan ke depannya hal ini tidak terjadi lagi.
10. Di dalam negeri sendiri, kita akan melaksanakan Pemilu Legislatif dan Pilpres. Hendaknya hal ini diwaspadai karena mungkin saja ada invisible hands yang mendompleng dengan menaikkan atau menurunkan harga portofolionya demi keuntungan pribadi/kelompoknya.

Disclaimer On. Demikian, mudah-mudahan berguna. Terima kasih.

Lampiran :
Sepuluh Emiten Penggerus IHSG Selama 2008
No. Emiten Kode 02Jan08 (Rp) 30Des08 (Rp) Poin IHSG Tertinggi (Rp) Terendah (Rp) %
1 Bumi Resources BUMI 6.000 910 - 128,53 8.750 640 - 92,68
2 Intl. Nickel Ind. INCO 9.560 1.930 - 104,55 9.600 1.140 - 88,12
3 Astra Intl. ASII 27.300 10.550 - 91,91 30.250 6.600 - 78,18
4 Telekomunikasi Ind TLKM 10.150 6.900 - 90,61 10.300 4.850 - 52,91
5 Bakrie Brothers BNBR 570 50 -57,29 560 50 - 91,07
6 Bank Rakyat Ind. BBRI 7.400 4.575 - 47,45 7.800 2.400 - 69,23
7 Aneka Tambang ANTM 4.475 1.090 - 43,88 4.600 770 - 83,26
8 Bank Mandiri BMRI 3.500 2.025 - 41,44 3.550 1.140 - 67,88
9 Astra Agro Lestari AALI 28.350 9.800 - 38,01 35.300 4.600 - 86,96
10 Persh. Gas Negara PGAS 3.070 1.860 - 37,44 3.140 1.050 - 66, 34
Sumber : Kontan, 02/01/09 & Pribadi

Kinerja Bursa Global 2008
No. Bursa Efek 28Des07 26Des08 %
1 Shanghai 5.261,56 1.851,52 - 64,81
2 Shenzhen 1.447,03 569,38 - 60,65
3 Mumbai 20.206,95 9.330,19 - 53,83
4 Indonesia 2.745,83 1.340,89 - 51,17
5 Singapura 3.465,63 1.725,61 - 50,21
6 Hong Kong 27.812,65 14.184,14 - 49,00
7 Thailand 858,10 446,62 - 47,95
8 Jepang 15.307,78 8.739,52 - 42,91
9 Malaysia 1.445,03 867,35 - 39,98
10 Dow Jones 13.264,82 8.468,48 - 36,16
Sumber : Laporan Akhir Tahun 2008 Bapepam-LK, Kontan, 03/01/09


Read More.....

IHSG - Perkiraan Posisi di Akhir 2009



Di atas, saya coba sampaikan Perkiraan IHSG di Akhir 2009 dengan tambahan info sbb.:
Optimis : 2.510
Moderat : 2.280
Pesimis : 1.920

Mudah-mudahan cukup berguna untuk menambah wawasan kita bersama. Kritik dan sarannya sangat saya nantikan. Terimakasih.

Read More.....

Pondok Pesantren Daarut Tarbiyah

Meta Tags Generator - AddMe SEMRush.com.

eWebSubmission.com - Global Web Directory DidiCapital Saham, Pelatihan Gratis, Belajar Analisa Teknikal: January 2009
Free Meta Tag Generator