http://didicapital.blogspot.com/ DidiCapital Saham, Reksadana, Belajar Analisa Teknikal, Trading -->

IDX Stock Ticker

Monday, January 5, 2009

IHSG - Proyeksi 2009

Menyikapi tantangan arah investasi yang semakin berat di tahun 2009 ini, berikut saya sampaikan beberapa kesimpulan dan pointer mengenai arah investasi tahun 2009 dari ulasan di harian Kontan dan pendapat beberapa pengamat sbb. :




1. Menurut Gene McGillian, Analis Tradition Energy Stamford (Kontan, 02/01/09);
• Kenaikan harga minyak karena persediaan minyak AS merosot per 31/12/08, jadi AS ada kemungkinan akan memborong minyak, dan karena perusahaan penyulingan minyak AS memangkas produksinya untuk menaikkan marjin. Juga karena minimnya transaksi perdagangan minyak (note.di bursa komoditas).
• Harga minyak Q1 akan bertengger di USD49/barel dan rata-rata 2009 di level USD58,48/barel.

2. Menurut Albert Pakasi, Direktur Vibiz Consulting (Kontan, 02/01/09);
• Harga minyak bisa menguat jika masalah geopolitik akan melibatkan negara Arab lainnya.
• Minyak akan bergerak di USD55/barel.

3. Menurut Kurtubi, Pengamat Perminyakan (Kontan, 02/01/09);
• Kenaikan harga minyak hanya sesaat karena spekulasi pasar dengan serangan Israel ke Jalur Gaza – profit taking setelah Investor membeli di level USD37/barel.
• Wilayah konflik itu tidak menghasilkan minyak mentah dan tidak ada jalur pipa minyak melewatinya.
• Banyak negara akan mati-matian menekan harga minyak, karena krisis ekonomi semakin berat jika harga minyak mahal.
• Akibat krisis, banyak negara mengurangi permintaan minyak karena banyak pabrik yang mengurangi produksi atau malah tutup – gejala ini akan tampak di AS dan Eropa.
• Semester II 2009 harga minyak akan pulih ke angka USD60 – USD80/barel seiring pemulihan ekonomi dunia.
• Selama 2009 harga minyak akan bergerak dalam kisaran USD20 – USD70/barel dengan harga rata-ratanya adalah USD45/barel.

4. Menurut Rizal Prasetijo, Managing Director JP Morgan Sec. Indonesia (Kontan, 03/01/09);
• Ekonomi global tak akan tumbuh, justru susut 0,8%. Penyebabnya adalah kondisi ekonomi AS, Eropa, dan Jepang – penggerak hampir separuh ekonomi dunia.
• Ekonomi AS akan minus 1,6%, Eropa akan minus 1,8%, dan Jepang akan minus 2,6%.
• Pertumbuhan ekonomi RI 2009 antara 4% - 4,5% (diatas rata-rata negara berkembang yang hanya 3%).
• Dana asing yang masuk RI (capital inflow) akan minim sepanjang awal 2009, dan dana keluar (capital outflow) baru akan reda pada Q2 - Q4 2009.
• Racikan portofolio harus dilihat dari segi toleransi resiko (risk appetite) – seberapa besar kerugian yang rela ditanggung, dalam hal ini apakah konservatif, moderat, atau agresif – dan jangka waktu (time horizon) – seberapa lama kekayaan akan ditanamkan disebuah instrumen investasi.
• Dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi, Investor seharusnya memegang uang tunai (cash), disebabkan lebih mudah mengubah isi portofolio selama punya cash.
• IHSG Semester I 2009 akan bergerak naik-turun antara 1.100 – 1.700 dan akan membaik di Semester II 2009.
• Harga emas akan naik kalau inflasi tinggi. Perkiraan Q1 USD750/troy ounce, Q2 USD800, Q3 dan Q4 USD825.
• Kredit bermasalah perbankan (note.NPL) berpotensi meningkat tajam lantaran harga komoditas sedang turun karena 8% dari total pinjaman Bank disalurkan ke sektor pertambangan dan perkebunan.
• Harga komoditas baru naik sekitar Q4 2009.

5. Menurut Goei Siauw Hong, pengamat Pasar Modal (Kontan, 03/01/09);
• Langkah ketiga Bank Sentral memotong suku bunga (Fed jadi 0% - 0,25%, BoJ jadi 0,1%, ECB jadi 2,5%) adalah ironi karena pemotongan suku bunga adalah peluru terakhir untuk melawan krisis, jika peluru sudah habis maka tinggal kebijakan fiskal yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
• 2009 adalah fase II krisis pasar finansial karena memburuknya ekonomi global dan dalam negeri, setelah (note.fase I atau 2008) karena dampak krisis di AS.
• IHSG akan terus merosot hingga menembus level 1.000, bahkan mungkin saja mencapai 700.
• Deposito masih menjadi tempat menanam uang yang menjanjikan.
• Semua sektor usaha menghadapi masa sulit. Yang paling parah adalah sektor yang berhubungan dengan kredit yaitu perbankan karena seretnya penyaluran kredit.
• Sebaiknya melirik saham sektor barang-barang konsumsi karena krisis tidak menghentikan masyarakat mengkonsumsi kebutuhan sehari-hari.

6. Menurut Purbaya Y. Sadewa, Kepala Ekonom Danareksa (Kontan, 03/01/09);
• Berdasarkan riset, Partai Demokrat AS selalu mementingkan ekonomi.
• Pertumbuhan ekonomi RI maksimal 5,9%.
• IHSG akan pulih setelah Q1 2009 dan menyentuh level 2.000 di akhir 2009.
• Awal 2009 Rupiah akan menguat terhadap USD.
• Pemerintah AS akan banyak mencetak USD untuk menggairahkan ekonomi AS yang terkena krisis, jadi pasokan (note.supply) USD akan melimpah.

7. Menurut Fauzi Ichsan, Senior Economist Standard Chartered Bank (Kontan, 03/01/09);• Selama capital outflow terjadi, Rupiah akan semakin tertekan karena suplai USD menipis, tapi Semester II 2009 Rupiah bisa menguat ke Rp.9.300 – Rp.9.500/USD.
• Bursa (note.BEI) akan pulih Semester II 2009.
• Akhir Q1 2009 Investor bisa masuk saham perlahan-lahan.
• IHSG bisa tumbuh 20% - 30%.
• Sebaiknya investasi properti jika bunga turun.
• Investor tidak terlalu peduli dengan ekspansi perusahaan (note.emiten), yang penting bagaimana dengan labanya.
• Jagoannya adalah saham sektor konstruksi dan infrastruktur seperti kontraktor pembangkit listrik, jalan tol, dan produsen semen karena akan kebanjiran proyek Pemerintah.
• Setelah itu saham barang konsumsi, otomotif, dan perbankan.
• Terakhir naik, sektor batubara, kelapa sawit, minyak dan gas bumi.

8. Menurut Nico O. Jonckheere, Wapres Riset Analis Valbury Asia Future (Kontan, 03/01/09);• Investor agar membagi portofolio berdasarkan usia si Investor dengan rumus 100 dikurangi usia. Contoh, usia Investor 38 tahun maka hasilnya 62 banding 38, artinya 62% ditanamkan di instrumen yang agresif dan 38% di konservatif.
• Harga emas Semester I 2009 akan tertekan ke USD700 karena penguatan USD – sentimen positif program ekonomi Obama.
• Tiga hal yang menyebabkan kenaikan harga emas yaitu naiknya harga komoditas (note.minyak, dsb.), melemahnya USD, dan upaya Fed mengerek inflasi yaitu jika inflasi naik harga emas ikut naik tapi kalau deflasi harga emas kemungkinan besar akan turun.

9. Menurut Erry Firmansyah, Dirut BEI (Kontan 03/01/09);
• IHSG bisa naik 10% - 15% sesuai perkiraan laba bersih masing-masing emiten.

10. Menurut Guntur Pasaribu, Direktur Fixed Income dan Derivatif BEI (Kontan, 03/01/09);
• Perdagangan obligasi kemungkinan akan tumbuh 10%.

11. Menurut Handy Yunianto, Analis Obligasi Mandiri Sekuritas (Kontan, 03/01/09);
• Inflasi 2009 di level 7,77%.

12. Menurut PT.Pefindo (Kontan, 03/01/09);
• Inflasi 2009 di kisaran 7% - 8%.
• BI Rate ideal untuk pasar di level 7,5% - 8,5%.
• Kahlil Rowter, Dirut; asing yang pegang surat utang saat ini lebih banyak investasi jangka panjang. 2009 akan terbit obligasi korporasi antara Rp.10 trilyun – Rp.15 trilyun.

13. Menurut Helmi Arman, Analis Bank Danamon (Kontan 03/01/09);
• Target BI Rate di level 7% - 8%.
• Obligasi (note.SUN) tenor 10 tahun yield jadi sekitar 10,5% dari saat ini sekitar 13%.
• Obligasi (note.SUN) tenor 5 tahun kemungkinan yield 9,5% dari saat ini 12,9%.
• Obligasi jangka pendek dan mengah akan jadi incaran di 2009, tetapi jika untuk buy to hold, beli yang kangka panjang juga tidak masalah.
• Apabila kondisi ekonomi dunia sudah lebih stabil, Investor akan keluar dari aset berbentuk USD dan akan kembali ke emerging markets dan Indonesia punya kesempatan yang bagus.
• Pasar obligasi masih menarik karena rasio utang terhadap PDB terus turun dan kini sudah di level 30%.

14. Menurut Edward P. Lubis, Direktur Bahana ICW Invest. Mgmt. (Kontan, 03/01/09);
• Jika pajak (note.pajak atas keuntungan obligasi – capital gain – portofolio Reksadana) resmi berlaku, Investor tak berminat melirik obligasi. Orang akan memilih deposito ketimbang reksadana berbasis obligasi. Karena deposito dijamin Pemerintah sedangkan reksadana berbasis obligasi justru akan kena pajak, tidak ada penjaminan, dan ada resiko fluktuasi harga.

15. Menurut Leo Hadi Loe, Country Rep. World Gold Council (Kontan, 03/01/09);
• Ketika Investor panik karena takut krisis global, mereka cenderung cari aman, pilihannya emas.
• Harga emas akan menguat jika ekonomi global semakin memburuk, sebaliknya juga begitu.
• Semua tergantung bagaimana Obama bisa memulihkan ekonomi AS.
• Harga emas akan bergerak di kisaran USD400 – USD600/troy ounce, tapi jika resesi semakin berat bisa melewati USD1.000.

16. Menurut Roy Sembel, Chief Research Officer Capital Price (Kontan, 03/01/09);
• Investor agar tidak menaruh seluruh hartanya di emas karena harga emas selalu bersimpati terhadap harga komoditas tambang lainnya.
• Investasi di emas akan berprospek jika keadaan suatu negara tak menentu.
• Investasi di emas jangan melebihi 2,5% dari seluruh portofolio – bagian manajemen resiko dan diversifikasi – dan investasi harus jangka panjang.
• USD akan memasuki tren penurunan sedang pergerakan EUR terhadap USD cenderung stagnan karena AS dan Eropa sama-sama mengalami krisis.
• JPY akan menguat signikan terhadap USD.

Perkiraan selama awal 2009 dengan menyambung Info Market saya tgl. 26 Nopember 2008 lalu sbb.:

1. Bid/offer saham/obligasi masih tetap tipis, namun tetap ada kemungkinan dengan tipisnya bid/offer akan memudahkan emiten/Investor untuk mengangkat (atau malah menurunkan) harga saham/obligasinya,
2. Auto Reject secara global yaitu Batas Atas dan Bawah masing-masing 30% akan mulai diberlakukan awal 2009. Sebagai informasi dan mengingatkan saja, AR normal sebelum-sebelumnya adalah sbb.;

Harga Saham Auto Reject
5 – 100 50%
101 – 500 35%
501 – 2.500 30%
2.501 – 5.000 25%
Diatas 5.000 20%

3. Pemotongan BI Rate menjadi 7,5% – 8% secara bertahap selama 2009 ini dengan perkiraan penurunan awal BI Rate akan menjadi 9% di Januari 2009 dengan pertimbangan penurunan inflasi Desember 2008, dan BI Rate di bulan Maret 2009 menjadi 8,25% - 8,5% akan membuktikan kepercayaan diri Pemerintah sehingga Investor/spekulan akan meninggalkan Pasar Uang (Deposito dan Valas), untuk kembali masuk Pasar Modal dengan membeli SUN jangka menengah (5 – 10 tahun) atau obligasi korporasi serta saham dengan pilihan utamanya tetap sektor perbankan (misal; BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, BDMN), konsumer (misal; INDF, ASII), dan infrastruktur (misal; JSMR, WIKA), serta komoditas (misal; ANTM, INCO, PTBA, BUMI, AALI, LSIP, UNSP, dsb.).
4. Pelantikan Presiden AS terpilih Barrack H. Obama.
5. Pengumuman Kabinet Presiden AS.
6. Pengumuman program ekonomi AS dan kebijakan stimulus-stimulusnya.
7. Sampai dengan Q1 2009 adalah kondisi yang sangat baik untuk melakukan average down.
8. Intraday/half day trading masih menjanjikan selama 2009 ini dikarenakan trend bullish dengan perkiraan IHSG Akhir Tahun 2009 adalah : 1.920 (pesimis), atau 2.280 (moderat), atau 2.510 (optimis).
9. Mungkin kedepannya akan ada lagi invisible hands yang akan mencoba mengangkat harga komoditas agar portofolionya bisa keluar dari Pasar. Contohnya, menggunakan “tangan kosong” dalam hal ini menggunakan Israel yang tanpa sebab pasti, mengobarkan Perang di Jalur Gaza, padahal mengutip info dari Kurtubi, bahwa kawasan itu tidak ada sumber minyak dan tidak ada pipa minyak yang melewati. Kita sangat prihatin dengan langkah-langkah seperti itu, dan mudah-mudahan ke depannya hal ini tidak terjadi lagi.
10. Di dalam negeri sendiri, kita akan melaksanakan Pemilu Legislatif dan Pilpres. Hendaknya hal ini diwaspadai karena mungkin saja ada invisible hands yang mendompleng dengan menaikkan atau menurunkan harga portofolionya demi keuntungan pribadi/kelompoknya.

Disclaimer On. Demikian, mudah-mudahan berguna. Terima kasih.

Lampiran :
Sepuluh Emiten Penggerus IHSG Selama 2008
No. Emiten Kode 02Jan08 (Rp) 30Des08 (Rp) Poin IHSG Tertinggi (Rp) Terendah (Rp) %
1 Bumi Resources BUMI 6.000 910 - 128,53 8.750 640 - 92,68
2 Intl. Nickel Ind. INCO 9.560 1.930 - 104,55 9.600 1.140 - 88,12
3 Astra Intl. ASII 27.300 10.550 - 91,91 30.250 6.600 - 78,18
4 Telekomunikasi Ind TLKM 10.150 6.900 - 90,61 10.300 4.850 - 52,91
5 Bakrie Brothers BNBR 570 50 -57,29 560 50 - 91,07
6 Bank Rakyat Ind. BBRI 7.400 4.575 - 47,45 7.800 2.400 - 69,23
7 Aneka Tambang ANTM 4.475 1.090 - 43,88 4.600 770 - 83,26
8 Bank Mandiri BMRI 3.500 2.025 - 41,44 3.550 1.140 - 67,88
9 Astra Agro Lestari AALI 28.350 9.800 - 38,01 35.300 4.600 - 86,96
10 Persh. Gas Negara PGAS 3.070 1.860 - 37,44 3.140 1.050 - 66, 34
Sumber : Kontan, 02/01/09 & Pribadi

Kinerja Bursa Global 2008
No. Bursa Efek 28Des07 26Des08 %
1 Shanghai 5.261,56 1.851,52 - 64,81
2 Shenzhen 1.447,03 569,38 - 60,65
3 Mumbai 20.206,95 9.330,19 - 53,83
4 Indonesia 2.745,83 1.340,89 - 51,17
5 Singapura 3.465,63 1.725,61 - 50,21
6 Hong Kong 27.812,65 14.184,14 - 49,00
7 Thailand 858,10 446,62 - 47,95
8 Jepang 15.307,78 8.739,52 - 42,91
9 Malaysia 1.445,03 867,35 - 39,98
10 Dow Jones 13.264,82 8.468,48 - 36,16
Sumber : Laporan Akhir Tahun 2008 Bapepam-LK, Kontan, 03/01/09


Related Posts by Categories



0 comments:

Pondok Pesantren Daarut Tarbiyah

Meta Tags Generator - AddMe SEMRush.com.

eWebSubmission.com - Global Web Directory DidiCapital Saham, Pelatihan Gratis, Belajar Analisa Teknikal: IHSG - Proyeksi 2009
Free Meta Tag Generator