http://didicapital.blogspot.com/ DidiCapital Saham, Reksadana, Belajar Analisa Teknikal, Trading -->

IDX Stock Ticker

Thursday, August 6, 2009

Saham Grup Bakrie : Evaluasi Harga sejak 2 (dua) Tahun Lalu.


Dari 7 (tujuh) saham Grup Bakrie, baru saham Bumi Resources (BUMI) saja yang harganya sampai ke level harga BUMI pada 2 (dua) tahun lalu (Agustus 2007). Bakrieland Development (ELTY) masih kurang sekitar 25% lagi. Sedangkan Bakrie & Brothers (BNBR), Bakrie Telecom (BTEL), Energi Mega Persada (ENRG), Darma Henwa (DEWA), Bakrie Sumatera Plantations (UNSP), masih kurang sekitar 50% - 75% lagi dari level harganya di tahun 2007 lalu.

Apa mau digenjot satu-satu, nih? Yok, kita simak sama-sama, setelah BUMI, siapa selanjutnya. . Read More.....

Wednesday, August 5, 2009

Random Walk dan Efficient Market Hypothesis

Dari Blog tetangga, saya membaca Artikel yang menarik mengenai Efisiensi Pasar. Mudah-mudahan berguna sebagai informasi.


Bodie, Kane, dan Marcus (2008:358) menuliskan Random Walk sebagai perubahan harga yang terjadi secara acak yang tidak dapat diprediksi dan harga selalu merefleksikan informasi yang tersedia saat ini. Teori Random Walk sejalan dengan Efficient Market Hypothesis (EMH) yang menyatakan bahwa pasar adalah efisien dan harga telah merefleksikan semua informasi yang tersedia. EMH pertama kali dikembangkan oleh Professor Eugene Fama di University of Chicago Graduate School of Business pada awal tahun 1960.


EMH memberikan dua prediksi penting. Pertama, bahwa harga sekuritas telah mencerminkan informasi apapun yang tersedia bagi investor. Kedua, kinerja dari strategi perdagangan aktif (buy and sell) akan sulit melebihi kinerja strategi pasif (buy and hold). Berkaitan dengan definisi “semua informasi yang tersedia”, ada tiga versi EMH (Bodie, Kane, dan Marcus, 2008 : 361) :

  1. Weak-form efficiency (pasar efisien - lemah). Hipotesis ini menyatakan bahwa harga merefleksikan semua informasi yang dapat diperoleh dengan menganalisis data trading pasar seperti harga historis dan volume trading. Dengan demikian, analisis tren tidak ada gunanya. Harga di masa lalu merupakan informasi yang tersedia bagi publik dengan harga yang sangat murah (ket.untuk memperoleh data harga di masa lalu tersebut). Pada kondisi demikian, seharusnya semua investor memiliki akses informasi untuk mengeksploitasi sinyal yang ada. Sinyal yang diketahui luas akan kehilangan nilainya, karena akan mengakibatkan perubahan harga saat itu juga.
  2. Semistrong-form efficiency (pasar efisien - semi kuat). Hipotesis ini menyatakan bahwa harga merefleksikan semua informasi publik yang tersedia terkait prospek suatu mata uang (ket.juga saham). Informasi ini, selain harga historis, meliputi data-data fundamental mulai dari ekonomi sampai politik. Contohnya adalah informasi seperti suku bunga, Indeks Harga Konsumen (CPI), Indeks Harga Produsen (PPI), tingkat pengangguran, dan stabilitas politik. Jika semua investor dapat mengakses informasi ini, maka informasi tersebut seharusnya telah tercermin di harga.
  3. Strong-form efficiency (pasar efisien - kuat). Hipotesis ini menyatakan bahwa harga merefleksikan semua informasi yang relevan, termasuk informasi yang hanya dimiliki oleh bank sentral dan perusahaan finansial raksasa. Ini merupakan bentuk pasar efisien yang paling ekstrim.




EMH menyatakan bahwa strategi perdagangan aktif adalah usaha yang sia-sia dan tidak akan dapat menutupi biaya yang ditimbulkan. Oleh karena itu, EMH menyarankan strategi perdagangan pasif yang tidak berupaya untuk melebihi kinerja pasar. Strategi pasif hanya bertujuan untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi baik, untuk kemudian dibeli dan ditahan selama mungkin (buy and hold). Jika harga berada pada level yang adil - dengan semua informasi yang tersedia - maka tidaklah masuk akal untuk melakukan beli dan jual dalam frekuensi tinggi. Hal tersebut justru akan menambah biaya transaksi tanpa meningkatkan kinerja yang diharapkan. Strategi perdagangan pasif seringkali menggunakan dana indeks (index fund) sebagai salah satu strateginya yang dikenal luas.

Ada beberapa isu mengenai efisiensi pasar (Bodie, Kane, dan Marcus, 2008 : 369-370) :

  1. The magnitude issue. Isu ini menyatakan bahwa tindakan manajer investasi adalah faktor penggerak dari evolusi harga pasar yang konstan menuju level yang adil. Semua pihak mungkin setuju bahwa harga sekuritas, misalnya saham, sangat dekat dengan nilai adilnya sehingga hanya manajer skala besar yang dapat menghasilkan laba yang cukup besar dari mispricing yang sangat kecil tersebut. Isu ini memfokuskan pada pertanyaan kuantitatif : Seberapa efisien pasar?
  2. The selection bias issue. Isu ini berkaitan dengan bias pemilihan : hasil yang dapat diamati mengenai efisiensi pasar telah diseleksi sebelumnya berdasarkan upaya-upaya yang gagal. Oleh karena itu, evaluasi mengenai kemampuan yang sebenarnya dari manajer portofolio dalam menghasilkan startegi yang hebat tidak dapat dilakukan secara adil. Dasar dari isu ini adalah bahwa hanya investor yang menemukan bahwa skema investasi tertentu tidak menguntungkanlah yang bersedia mempublikasikan hasil penemuannya. Sementara bagi yang sebaliknya akan memilih untuk merahasiakan dan menggunakannya sendiri.
  3. The lucky event issue. Isu ini berkaitan dengan keberuntungan dan probabilitas. Secara statistik, dari sekian banyak pemain di pasar adalah wajar jika ada segelintir kecil yang beruntung dan menghasilkan lebih. Ini tidak lantas membuktikan bahwa pasar tidak efisien. Para pemenang selalu dipublikasikan, sementara yang kalah tidak pernah dimunculkan ke publik. Pengujian yang sesungguhnya haruslah melihat apakah ada konsistensi dari kinerja yang bagus tersebut.

referensi :

Bodie, Z., Kane, A., and Marcus, Alan, J. (2008), “Investments,” McGraw-Hill International Edition, Seventh Edition.



Read More.....

Saturday, August 1, 2009

IHSG : Perkiraan Awal Agustus 2009

Harga minyak penutupan Jumat/31Jul09 USD69.50/barel dan biasanya jika Senin pagi dibuka di pasar Asia akan cenderung menguat. Maka kemungkinan besar harga minyak akan kembali ke level USD70/barel untuk minggu pertama Agustus 2009.

Tetapi harga emas menjadi USD954.20/ons atau menguat 1,98%. Dari sini apa yang dapat kita sikapi? Jelas bahwa kenaikan harga minyak yang kuranglebih menggambarkan optimisme Investor akan kondisi ekonomi global - dan mungkin juga karena spekulatif trader - juga masih disertai dengan kekhawatiran jika terjadi penurunan yang tergambar dengan masih banyaknya minat beli terhadap emas sebagai instrumen hedging.

Saya melihat dalam minggu pertama Agustus 2009 nanti, harga-harga saham komoditas seperti BUMI, ANTM, TINS, PTBA, UNTR, DEWA, ADRO, INDF, LSIP masih dapat membukukan kenaikan yang signifikan.

Seperti biasa, setiap awal bulan kecenderungan harga-harga saham perbankan akan meningkat, hal tersebut diperkirakan dapat terjadi lagi di minggu pertama Agustus 2009. BBRI, BMRI, BBNI, BBCA masih pilihan yang terbaik menurut saya.

Namun demikian sebaiknya kita tetap berhati-hati karena data ekonomi AS belum seluruhnya keluar. Terima kasih atas perhatian rekan-rekan.

Note :
Minggu depan (Senin - Selasa) saya ada Jadwal ke Surabaya, mudah-mudahan saya tetap bisa posting untuk membantu.
Read More.....

Pondok Pesantren Daarut Tarbiyah

Meta Tags Generator - AddMe SEMRush.com.

eWebSubmission.com - Global Web Directory DidiCapital Saham, Pelatihan Gratis, Belajar Analisa Teknikal: August 2009
Free Meta Tag Generator