http://didicapital.blogspot.com/ DidiCapital Saham, Reksadana, Belajar Analisa Teknikal, Trading -->

IDX Stock Ticker

Wednesday, December 22, 2010

BNI Securities : Minimal Deposit Rp.3 Juta dan Rp.5 Juta

Mulai 6 Desember 2010, persyaratan dan minimal Deposit untuk Pembukaan Rekening Saham di BNI Securities berubah menjadi sbb. :
Umum       = Rp.5 Juta (fotocopy KTP, dan NPWP jika sudah punya)
Mahaiswa = Rp.3 Juta (fotocopy Kartu Mahasiswa yang masih berlaku)

Fasilitas yang diperoleh :
- Instalasi program esmart yang berisi a.l. Market Info (info harga) Saham setiap detik selama Jam Bursa, Analisa Saham, Info Indeks Luar Negeri, dsb.
- Komisi Beli = 0,2% dan Komisi Jual = 0,3%
- Email Analisis Saham Harian.
- Workshop Gratis di BNI Securities, Mal Thamrin City - Jakarta.

Tentang BNI Securities :
Perusahaan Sekuritas pemegang ijin dari Bapepam-LK sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan Manajer Investasi. Merupakan anak usaha Bank BNI, sebuah BUMN atau Bank milik Pemerintah terpercaya sehingga dana Investor pun akan aman didalamnya.

Didukung esmart suatu sistim On-Line Trading Saham yang memudahkan Nasabah membeli/menjual Sahamnya melalui PC, laptop, HP, PDA, maupun Blackberry yang tersambung dengan internet, dimanapun Nasabah berada. Saat di rumah, sedang menunggu anak di sekolah, saat berkumpul dengan relasi kerja maupun kerabat, dalam perjalanan, saat bekerja di kantor, dsb.

Tentang Kami :
Alhamdulillah, kami dipercaya memantain beberapa Rekening Nasabah Institusi; Dana Pensiun maupun Reksadana yang berasal dari kota Jakarta, Bandung, Semarang, Jayapura.

Sedangkan Nasabah Individu kami terdiri dari berbagai profesi; Pedagang, Karyawan, Ibu Rumah Tangga, Mahasiswa, serta seorang Dosen berusia 72 tahun yang memiliki motto, "menuntut ilmu dari buaian hingga ke liang lahat."

Kegiatan Sosial Kami :
Setiap hari SABTU, mulai pk.10.00 WIB s/d Selesai (biasanya s/d pk.15.00), kami adakan Workshop Gratis Analisa Teknikal Saham. Dimana pada kesempatan ini, kami berbagi informasi seputar investasi Saham; cara memilih Saham, Simple Cash Management, maupun analisa Saham melalui metode yang paling mudah yaitu analisa harga yang biasa disebut sebagai analisa teknikal, melalui berbagai chart/grafik.

Banyak Peserta workshop kami yang awalnya beranggapan bahwa investasi Saham itu sulit, namun setelah kami berikan tips-tips sederhana, selesai workshop kebanyakan Peserta pulang dengan wawasan baru dan menganggap bahwa investasi Saham itu mudah serta bisa dijadikan alternatif investasi dari bermacam-macam investasi yang ada sekarang.

Beberapa Nasabah Individu kami yang Ibu Rumah Tangga, dengan dibantu oleh Suami serta Anak-anaknya yang bersekolah di SMP dan SMA, malah sudah terbiasa melakukan analisa serta bertransaksi Saham sendiri melalui sistim online trading kami.

Lokasi Kami :
BNI Securities - Mal Thamrin City beralamat di Mal Thamrin City, Lt.2 Blok B-18 No.7-8-9, Jl. Kebon Kacang Raya - jakarta Pusat. Tel. (021) 3199 1032 - 33, Fax. (021) 3199 1034. Hanya sekitar 300 meter di belakang Grand Indonesia Jl. Thamrin, atau bisa juga diakses melalui Pusat Grosir Tanah Abang.

Mal Thamrin City ini merupakan Pusat Grosir Batik dan pakaian pada umumnya. Kebetulan di lantai kami terdapat Food Court yang makanannya enak-enak, harganya pun murah dengan suasana live music yang nyaman. Selain itu jika ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari, terdapat Matahari Hypermart di lantai satu. Jika Pembaca kebetulan datang ke Mal Thamrin City, mampirlah ke kantor kami.

Mudah-mudahan hal ini dapat membuka wawasan Pembaca sehingga minimal berani untuk mencoba mengetahui mengenai apa yang dimaksud dengan investasi Saham.

Terimakasih atas perhatiannya, dan sampai ketemu di workshop kami.
Read More.....

Selamat Hari Ibu


Umi, semoga Allah SWT senantiasa mengampuni semua kesalahan dan dosa Umi, Amiin yaa Allah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan hidup, kesehatan lahir dan batin di dunia ini maupun di akherat nanti kepada Umi. Amiin yaa Allah. Sungguh, kami tak peduli apa yang Umi pintakan setiap kali berdoa kepada Allah. Jikalau Umi minta seluruh isi surga maupun dunia ini pun kami tak akan tau dan kami tak peduli itu, karena kami yakin  bahwa nama kami akan selalu Umi sebut di setiap lafaz doa-doa Umi. Semoga Allah SWT senantiasa mengabulkan semua doa-doa Umi. Amiin yaa Rabbal'alamiin. Doa kami selalu tercurah untuk Umi tercinta...
Read More.....

Tuesday, December 14, 2010

IHSG dan kaitannya dengan Saham Astra International Tbk. (ASII)

Selain kondisi Regional yang masih belum mendukung, diantara hal yang menahan kenaikan IHSG menurut saya adalah; kita ketahui bahwa selama beberapa bulan kemarin kenaikan IHSG sangat dipacu oleh kenaikan harga Saham ASII. Namun ternyata kenaikan itu seperti dipaksakan (atau malah disengaja oleh Investor Besar) sehingga membuahkan terbentuknya 3 (tiga) GAP HARGA pada Saham ASII.

Pada chart ASII terlampir, GAP 2 dan GAP 3 sudah ditutup dengan penurunan harga beberapa hari terakhir, tapi GAP 1 diantara 49.400-49.500, belum ditutup.Memang jika ingin GAP 1 pada Saham ASII ditutup akan berimbas pula kepada penurunan IHSG yang dalam, tetapi  untuk selanjutnya kenaikan IHSG dan Saham-saham didalamnya akan sangat bagus dalam artian tidak ada lagi kekhawatiran Investor mengenai penurunan dalam selanjutnya.
Read More.....

Monday, December 13, 2010

Workshop Gratis Analisa Teknikal Saham - Dokumentasi

Setiap hari SABTU mulai pk.10.00 WIB s/d Selesai, di kantor kami; BNI Securities Mal Thamrin City - Jakarta, kami mengadakan Workshop Gratis mengenai Analisa Teknikal Saham yang biasanya diawali dengan penjelasan serta pengenalan singkat mengenai, apa yang dimaksud dengan investasi Saham.

Sebelum dimulai workshop, beberapa Peserta yang belum pernah mencoba berinvestasi Saham mengatakan bahwa investasi Saham itu sangat sulit, tapi setelah selesai mengikuti Workshop yang kami informasikan mengenai tips-tips sederhana investasi Saham, selanjutnya Peserta mengatakan bahwa investasi Saham itu mudah. Ya, memang itulah yang kami inginkan bahwa sejak awal tujuan kami mengadakan workshop gratis ini adalah untuk membuka wawasan masyarakat bahwa investasi Saham itu sangat mudah, dan bisa dijadikan alternatif investasi selain bidang investasi yang ada selama ini. Berikut adalah beberapa dokumentasi workshop kami yang kami abadikan dalam beberapa kali kesempatan.
Tak lupa kami ucapkan banyak terimakasih atas kehadiran para Peserta workshop ke kantor kami, dan sampai jumpa di workshop berikutnya.


Read More.....

Wednesday, October 27, 2010

Misteri Indeks Dow Jones Industrial

Merinding.. Itu reaksi pertama saya setelah beberapa hari lalu melihat spot-spot "ANEH" di Indeks Dow Jones Industrial periode Agustus - Oktober 2010. Saya cuma berpikir berapa banyak dana yang "mereka" kuasai sehingga bisa membuat "HASIL KARYA" dan "BERMAIN-MAIN" seperti ini yang dikerjakan dengan tekun selama 3 (tiga) bulan?! Subhanallah..


Indeks DJI tgl. 21Oct10 Close 11.146 dan 25Oct10 Close 11.164 => hanya dibolak-balik saja..

Spot 1 = Spot A --> LEVEL 10.700
Spot 2 = Spot B --> LEVEL 9.900
Spot 3 = Spot C --> LEVEL 10.300
Spot 4 = Spot D --> LEVEL 11.200

Menurut website Wikipedia, New York Stock Exchange per Agustus 2010 lalu, NYSE memiliki kapitalisasi pasar (Market Cap) sekitar USD 11,92 Triliun dengan transaksi harian rata-rata USD 153 Milyar di tahun 2008 lalu.

Bandingkan dengan BEI yang menurut website Inilah.com per September 2010 lalu untuk BEI (dengan rata-rata PER 16,3 dan PBV 2,90) Market Cap "cuma" Rp.3.061 Triliun yang jika dihitung dengan Rp.9.000/USD 1 kira-kira setara USD 340,11 Milyar = 1/35 kali Market Cap NYSE, dengan transaksi harian sekitar Rp.10 Triliun/hari = USD 1,111 Milyar/hari.

Dari perspektif yang saya lampirkan, sepertinya Indeks DJI saja "BISA DIGAMBAR" dan seperti "ADA YANG MENGGAMBAR", lalu bagaimana dengan IHSG? Entahlah. Mungkin sebaiknya kita perhatikan juga gerakan Indeks DJI, apakah dalam beberapa hari ini bisa naik menembus 11.250 atau turun dalam kembali ke 9.800 lagi.

11.250 merupakan angka Resistance yang mesti ditembus DJI jika ingin naik lebih tinggi lagi. (DJI akhir April 2010 s/d awal Juni 2010 (6 minggu) terjadi penurunan dari 11.250 ke 9.800 = 12,89%).

Jadi, sebaiknya mulai WASPADA.


Read More.....

Monday, August 23, 2010

Perspektif Saham Unilever (UNVR)

Read More.....

Sunday, August 22, 2010

Perspektif Saham Semen Gresik (SMGR)

Read More.....

Friday, August 20, 2010

IHSG : Perkiraan sd. Akhir Agustus 2010

Silahkan perbesar gambar untuk membaca keterangannya. Dan sebaiknya buka juga posting blog saya tgl. 27 Mei 2010 lalu. Terimakasih... Read More.....

Tuesday, August 10, 2010

Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 2010 M

Kami ucapkan; "Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 2010 M. Mohon Maaf dan Batin."
Read More.....

Saturday, July 17, 2010

Perspektif Indeks : Dow Jones (DJIA), Bursa London (FTSE), Hang Seng (HSI), Nikkei (N225), Strait Times (STI), Shanghai (SSE)

Dengan disetujuinya UU Reformasi Keuangan AS 16 Juli 2010 lalu, sedikit banyak akan berdampak terhadap kinerja IHSG dan Indeks Regional. Berikut perspektif perkiraan ke depannya.








Read More.....

UU Reformasi Keuangan AS (Wall Street) : Berita dan Beberapa Dampaknya

UU reformasi keuangan AS disahkan

Senat Amerika Serikat memberikan pengesahan akhir terhadap perubahan terbesar regulasi keuangan Amerika dalam waktu lebih dari 70 tahun.
Langkah-langkah itu lolos dengan perbandingan suara 60-39.

Reformasi bertujuan untuk menghindarkan pengulangan krisis keuangan 2008 yang membuat perekonomian dunia berada di ambang keruntuhan.

Tindakan itu dimaksudkan untuk mengendalikan bank-bank besar dan memperkuat perlindungan bagi konsumen.

Banyak anggota Partai Republik dan para pelobi bank menentang langkah ini dengan mengatakan kebijakan tersebut memperburuk keadaan.
Keputusan ini merupakan kemenangan politis besar bagi Presiden Barack Obama sekaligus mengakhiri kericuhan politik selama berbulan-bulan.Dalam pidato tanggapannya, Obama mengatakan UU baru ini akan memberikan perlindungan terkuat dalam sejarah.

Obama, "Reformasi keuangan ini akan melindungi konsumen ketika mereka mengambil pinjaman dan menandatangani sebuah kartu kredit."

Dia mengatakan rakyat Amerika tidak akan pernah lagi bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang dilakukan oleh Wall Street.




UU baru ini juga memberikan kewenangan penuh bagi pemerintah untuk membubarkan setiap perusahaan yang semakin bangkrut dan bisa mengancam perekonomian.

Obama mengatakan ini akan mengakhiri "perjanjian yang berbayang".

"Bahkan sebelum krisis keuangan yang menyebabkan resesi, saya berbicara di Wall Street tentang kebutuhan untuk reformasi guna melindungi konsumen dan perekonomian nasional secara keseluruhan'', katanya.

"Reformasi keuangan ini akan melindungi konsumen ketika mereka mengambil pinjaman dan menandatangani sebuah kartu kredit, reformasi yang mencegah perjanjian bayangan yang bisa menyebabkan krisis seperti sekarang, reformasi yang tidak lagi membuat para pembayar pajak membayar kesalahan yang dilakukan oleh Wall Street''.

Sesaat setelah keputusan dibuat, Gubernur Bank Sentral The Fed Ben Bernanke mengatakan "UU reformasi keuangan yang disetujui oleh Kongres ini menggambarkan sebuah kedatangan dan langkah jauh untuk mencegah krisis keuangan serupa''.

Perlindungan konsumen

Reformasi keuangan terbesar sejak 70 tahun lalu

Undang-undang baru ini digambarkan Menteri Keuangan Tim Geithner sebagai "jalan terbaik bagi reformasi keuangan sejak peristiwa Depresi Terbesar''.

UU ini menciptakan sebuah badan federal baru untuk mengawasi pinjaman konsumen dan membuat regulasi baru untuk instrumen keuangan yang rumit.

Biro proteksi keuangan konsumen ini akan memiliki kekuatan untuk menghindarkan praktek liar yang dilakukan oleh perusahaan kartu kredit dan hipotek.

Bank besar juga diminta untuk meningkatkan modal yang disimpan di bank sentral sebagai cadangan jika terjadi kredit macet.

Bagaimanapun, mereka hanya akan dipaksa untuk memenuhi hal tersebut setelah lima tahun, disaat pemerintah meminta bank untuk tidak menahan uang pinjaman selama masa pemulihan ekonomi.

UU ini juga dikenal dengan sebutan peraturan Volcker, dinamai sesuai dengan nama mantan gubernur Bank Sentral the Fed Paul Volcker, yang pertama kali mengusulkan RUU ini.

Bank akan dilarang dari apa yang disebut sebagai perdagangan antar pemilik, atau menggunakan uang sendiri untuk bertaruh di pasar keuangan.

Mereka juga dibatasi dengan batasan maksimum 3% dari modal mereka untuk berinvestasi di bisnis spekulatif.

Wall Street Direformasi oleh Kongres

Kongres hari Kamis (15/07) meloloskan aturan yang membongkar besar-besaran sektor keuangan dan mengirimkannya ke Presiden Barack Obama untuk di tanda tangani sebagai undang-undang. Ini reformasi sektor keuangan terbesar sejak masa depresi (Great Depression) yang lalu.
Dengan kemenangan 60 suara atas 39 suara, Senat meloloskan aturan yang akan memperketat peraturan di industri keuangan agar tidak mengulangi krisis keuangan 2007 – 2009.
Wall Street berupaya keras menggagalkan undang-undang baru itu. Beberapa hal dari UU tersebut hanya akan memberikan sedikit ruang bagi industri keuangan agar tidak tersentuh. Akan ada perlindungan baru bagi nasabah, memberikan kuasa yang lebih besar bagi pihak berwenang untuk membongkar firma yang bermasalah, dan membatasi besaran resiko dalam aktifitas perdagangan yang nantinya akan mengurangi keuntungan bank.

Presiden Obama yang akan menandatangani undang-undang ini minggu depan mengatakan, “Anda tidak perlu khawatir dengan reformasi ini, kecuali jika memang bisnis Anda bertujuan menipu konsumen.”

Reformasi keuangan diajukan oleh Obama sejak Juni 2009, dan baru kemarin dilakukan pemungutan suara di Senat. DPR AS sendiri sudah menyetujui undang-undang ini bulan lalu. Pasar keuangan bereaksi tipis karena para investor sudah memperhitungkannya.
Sebelumnya Wall Street telah mengerahkan segerombolan pe-lobi untuk melawan rancangan UU ini, tetapi upaya mereka dirusak oleh keputusan industri “yang tuli” dengan memberi bonus besar kepada para eksekutif hanya sebulan setelah pemerintah AS memberikan dana talangan (bailout) sebesar $ 700 milyar.

Menkeu AS Timothy Geithner mengatakan ini adalah permulaan, bukan akhir dari proses reformasi keuangan. Pemerintah akan bergerak secepat mungkin untuk mengklarifikasi dan memberi kepastian tentang aturan yang baru ini.[nls]


Read More.....

Perspektif Saham Perkebunan : PP London Sumatera Ind (LSIP), Sampoerna Agro (SGRO), Tunas Baru Lampung (TBLA), BW Plantation (BWPT), BISI Intl (BISI)

Musim hujan menjelang, hasil panen menurun menyebabkan kenaikan harga komoditas perkebunan. Boleh dipertimbangkan beberapa saham di bawah ini :
Read More.....

Tuesday, July 13, 2010

Perspektif : Saham Indofood (INDF), Unilever (UNVR), Kalbe Farma (KLBF)

Read More.....

Perspektif : Saham Bumi Resources (BUMI)

Jika dapat menembus EMA 89 di harga 2.050 - 2.075, kemungkinan BUMI dapat mencapai Target Symetrical Triangle di 2.425. Dengan kenaikan TDL yang menyebabkan naiknya harga batubara ke PLN, namun di lain sisi harus diwaspadai dalam beberapa bulan kemungkinan bisa menyebabkan penurunan permintaan batubara.
Read More.....

Perkiraan Harga Saham : Aneka Tambang (ANTM), Timah (TINS), Inco Indonesia (INCO)

Read More.....

Monday, July 5, 2010

Saham Perbankan : Bank BCA (BBCA), Bank BRI (BBRI)

Bank BCA (BBCA) :
BBCA (05Jul10 : closing Rp.5.600/lembar), target symetrical triangle di 5.750 dapat tercapai dan terlampaui tgl. 18 Juni 2010 lalu yang sebelumnya membentuk cup and handle.

Saat ini BBCA memasuki fase konsolidasi dengan Support (dukungan) di harga 5.450 dan 5.300 - EMA 89. Jika ingin membeli, mungkin sebaiknya menunggu di level harga-harga tersebut.



Bank BRI (BBRI) :

BBRI (05Jul10 : closing Rp.9.150), target harga symetrical triangle di 8.750 telah tercapai dan terlampaui pada 9 Juni 2010 lalu didorong dengan sentimen cum dividen tgl. 28 Juni 2010 lalu.
Terkait pengumuman BI Rate, rata-rata saham perbankan berada dalam fase konsolidasi termasuk BBRI. Jika BBRI dapat bertahan tidak sampai turun menyentuh harga 8.900 (Support), maka kemungkinan besar BBRI dapat naik menuju target ascending triangle di harga maksimal 10.600.
Read More.....

Evaluasi Posting 31 Mei 2010 : Saham Grup Bakrie (BNBR, BUMI, BTEL, UNSP, ENRG, DEWA, ELTY)

Evaluasi Posting 31 Mei 2010

Kondisi sepinya perdagangan di BEI yang diantaranya karena ada even Piala Dunia FIFA 2010 dan penurunan tajam pada akhir Mei 2010 lalu, ternyata semakin memperburuk kinerja transaksi perdagangan saham-saham Grup Bakrie.


Bakrie and Brother (BNBR) :
BNBR (05Jul10 : closing Rp.55/lembar) kembali akan diingat Investor sebagai "saham tidur" yang jika tidak diaktifkan lagi menjelang berakhirnya penilain LQ-45 oleh BEI di akhir bulan Juli 2010 ini, akan membuat saham-saham Grup Bakrie khususnya BNBR terpental dari Daftar LQ-45 yang selama ini menjadi acuan Arahan Investasi dari para Investor Institusi.

Level harga 60 adalah salahsatu level harga yang harus dilewati dengan menggunakan volume yang diatas rata-rata harian jika ingin kembali ke target symetrical triangle di 75.



Bumi Resources (BUMI) :
BUMI (05Jul10 : closing Rp.1.820) dalam beberapa hari ini terus diakumulasi oleh beberapa Broker lokal dan asing yang dikenal banyak mengoleksi BUMI terkait beberapa corporate action yang ditanganinya.

Volume transaksi sudah menurun, tinggal menunggu waktu yang tepat maka kemungkinan besar BUMI dapat bergerak kembali ke level harga 2.150 sambil menutup gapnya di situ. Dan selanjutnya target symetrical triangle di 2.625 diperkirakan dapat tercapai sebelum bulan September 2010.

Bakrie Telecom (BTEL) :
BTEL (05Jul 10 : closing Rp.164/lembar), target 165 telah tercapai pada 08Jun10 lalu, selanjutnya dengan rumor akan merger dengan divisi CDMA Telkomsel yaitu Telkom Fleksi, BTEL dapat bergerak naik mendekati Resistance di 180.


Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) :
Penurunan tajam pada akhir Mei 2010 lalu membuat UNSP (05Jul10 : closing Rp.365/lembar)ditambah trend penurunan harga komoditas sawit semakin membuat harga UNSP sulit beranjak naik.

Sebelum mencapai target symetrical triangle di 510, UNSP diperkirakan akan diuji dulu dan akan lama bergerak di level harga 395 - 400. Namun penurunan harga dibawah level harga sekarang terlihat sudah agak terbatas.

Energi Mega Persada (ENRG) :
Volume transaksi saham ENRG (05Jul10 : closing Rp.128/lembar) sudah semakin mengecil. Jika euphoria Piala Dunia FIFA 2010 berakhir maka besar kemungkinan ENRG menjadi salahsatu tujuan utama para Investor. Target symetrical triangle di 177 mungkin akan mudah dicapai.

Darma Henwa (DEWA) :
DEWA (05Jul10 : closing Rp.75/lembar) agak terseok-seok untuk kembali ke level harga 100 - 110.

Bakrieland Development (ELTY) :
ELTY (05Jul10 : closing Rp.139/lembar) sementara ini targetnya adalah menutup gap diantara 170 - 180. Jika gap itu dapat ditutup, sepertinya akan mudah buat ELTY kembali ke atas level harga 220.

BAKRIE and BROTHERS PT.: International Competitive Benchmarks and Financial Gap Analysis (Financial Performance Series)
Read More.....

Evaluasi Posting 31 Mei 2010 : Saham Grup Astra (Astra Intl., Astra Agro Lestari, United Tractors)

Evaluasi posting tgl. 31 Mei 2010 :

Astra Intl. (ASII) :
ASII berhasil menembus Target Harga 48.700 pada tgl. 18 dan 19 Juni 2010 lalu, setelah itu turun kembali. Saat ini harga ASII sudah turun menyentuh garis MA 20 yang biasanya jika garis ini disentuh maka harga ASII akan naik kembali. Maka kemungkinannya dalam beberapa hari ke depan harga ASII dapat bergerak naik dengan Target Harga di 54.150 dan 55. 350. Namun jika turun dahulu, ada level dukungan (Support) untuk menahan penurunan dalam yang cukup kuat di 44.400 dan 42.000.

Astra Agro Lestari (AALI) : AALI tidak berhasil menembus Target Harga 22.000 dan hanya mampu mencapai 21.550 pada tgl. 4 Juni 2010, setelah itu terus turun. Dari grafik, diperkirakan AALI akan turun dulu sampai level Support 17.400 atau 17.000, setelah itu kemungkinan dapat naik kembali menuju target symetrical triangle akibat penurunan terdahulu yaitu di 21.800. Minimal menembus level Support 20.200.



United Tractors (UNTR) : UNTR belum berhasil mencapai level harga 21.000. Saat ini sedang berada pas di EMA 89. Jika hari Senin (05Jul10) minimal dapat bergerak sideways dan tidak melanjutkan penurunan, UNTR berpeluang besar kembali menuju target symetrical triangle di 19.600 yang telah dicapainya pada 21 Juni 2010 lalu. Level Support UNTR ada di 17.600 dan 17.100.

Read More.....

Sunday, July 4, 2010

Indeks Regional : Dow Jones, FTSE 100, Hang Seng, Nikkei, Strait Times

Dow Jones : Untuk periode 6 (enam) bulan ke belakang, saat ini Dow Jones sudah berada di level Supportnya dan kemungkinan dalam beberapa hari ke depan dapat bergerak naik kembali menuju level area 10.000. Namun jika turun pun terlihat level dukungan (Support) kuat di 9.530.

FTSE 100 : Dow Jones ada kemiripan dengan FTSE 100 (London) yang saat ini pun sedang berada pada level Support dalam kurun waktu 6 (enam) bulan ke belakang. Diperkirakan FTSE dalam beberapa hari ke depan dapat bergerak naik kembali menuju ke level 5.000. Jika turun, terdapat Support di 4.730.



Hang Seng : Indeks Hang Seng (Hongkong) dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih dapat turun menuju area Support di antara 19.600 - 19.700. Dan selanjutnya dapat naik terbatas menuju level 20.500.


Nikkei : Saat ini Indeks Nikkei (Tokyo) berada pada level Support selama 1 (satu) tahun ke belakang dan dalam beberapa hari ke depan berpeluang cukup besar untuk naik kembali menuju level 10.000. Namun jika pun turun dulu, level 9.000 bisa diandalkan sebagai Supportnya.


Strait Times : Indeks Strait Times Singapura (STI) pada tgl. 30 Juni 2010 saat dibuka langsung turun (-2,12%) mencapai level Support di 2.770 namun dapat naik kembali dan ditutup +5, maka selanjutnya STI berpeluang besar untuk naik kembali menembus level Resistance di 2.885 menuju level psikologis 3.000 yang pernah ditembusnya pada tgl. 14 April 2010 lalu.

Read More.....

Pondok Pesantren Daarut Tarbiyah

Meta Tags Generator - AddMe SEMRush.com.

eWebSubmission.com - Global Web Directory DidiCapital Saham, Pelatihan Gratis, Belajar Analisa Teknikal: 2010
Free Meta Tag Generator