http://didicapital.blogspot.com/ DidiCapital Saham, Reksadana, Belajar Analisa Teknikal, Trading -->

IDX Stock Ticker

Saturday, July 17, 2010

UU Reformasi Keuangan AS (Wall Street) : Berita dan Beberapa Dampaknya

UU reformasi keuangan AS disahkan

Senat Amerika Serikat memberikan pengesahan akhir terhadap perubahan terbesar regulasi keuangan Amerika dalam waktu lebih dari 70 tahun.
Langkah-langkah itu lolos dengan perbandingan suara 60-39.

Reformasi bertujuan untuk menghindarkan pengulangan krisis keuangan 2008 yang membuat perekonomian dunia berada di ambang keruntuhan.

Tindakan itu dimaksudkan untuk mengendalikan bank-bank besar dan memperkuat perlindungan bagi konsumen.

Banyak anggota Partai Republik dan para pelobi bank menentang langkah ini dengan mengatakan kebijakan tersebut memperburuk keadaan.
Keputusan ini merupakan kemenangan politis besar bagi Presiden Barack Obama sekaligus mengakhiri kericuhan politik selama berbulan-bulan.Dalam pidato tanggapannya, Obama mengatakan UU baru ini akan memberikan perlindungan terkuat dalam sejarah.

Obama, "Reformasi keuangan ini akan melindungi konsumen ketika mereka mengambil pinjaman dan menandatangani sebuah kartu kredit."

Dia mengatakan rakyat Amerika tidak akan pernah lagi bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang dilakukan oleh Wall Street.




UU baru ini juga memberikan kewenangan penuh bagi pemerintah untuk membubarkan setiap perusahaan yang semakin bangkrut dan bisa mengancam perekonomian.

Obama mengatakan ini akan mengakhiri "perjanjian yang berbayang".

"Bahkan sebelum krisis keuangan yang menyebabkan resesi, saya berbicara di Wall Street tentang kebutuhan untuk reformasi guna melindungi konsumen dan perekonomian nasional secara keseluruhan'', katanya.

"Reformasi keuangan ini akan melindungi konsumen ketika mereka mengambil pinjaman dan menandatangani sebuah kartu kredit, reformasi yang mencegah perjanjian bayangan yang bisa menyebabkan krisis seperti sekarang, reformasi yang tidak lagi membuat para pembayar pajak membayar kesalahan yang dilakukan oleh Wall Street''.

Sesaat setelah keputusan dibuat, Gubernur Bank Sentral The Fed Ben Bernanke mengatakan "UU reformasi keuangan yang disetujui oleh Kongres ini menggambarkan sebuah kedatangan dan langkah jauh untuk mencegah krisis keuangan serupa''.

Perlindungan konsumen

Reformasi keuangan terbesar sejak 70 tahun lalu

Undang-undang baru ini digambarkan Menteri Keuangan Tim Geithner sebagai "jalan terbaik bagi reformasi keuangan sejak peristiwa Depresi Terbesar''.

UU ini menciptakan sebuah badan federal baru untuk mengawasi pinjaman konsumen dan membuat regulasi baru untuk instrumen keuangan yang rumit.

Biro proteksi keuangan konsumen ini akan memiliki kekuatan untuk menghindarkan praktek liar yang dilakukan oleh perusahaan kartu kredit dan hipotek.

Bank besar juga diminta untuk meningkatkan modal yang disimpan di bank sentral sebagai cadangan jika terjadi kredit macet.

Bagaimanapun, mereka hanya akan dipaksa untuk memenuhi hal tersebut setelah lima tahun, disaat pemerintah meminta bank untuk tidak menahan uang pinjaman selama masa pemulihan ekonomi.

UU ini juga dikenal dengan sebutan peraturan Volcker, dinamai sesuai dengan nama mantan gubernur Bank Sentral the Fed Paul Volcker, yang pertama kali mengusulkan RUU ini.

Bank akan dilarang dari apa yang disebut sebagai perdagangan antar pemilik, atau menggunakan uang sendiri untuk bertaruh di pasar keuangan.

Mereka juga dibatasi dengan batasan maksimum 3% dari modal mereka untuk berinvestasi di bisnis spekulatif.

Wall Street Direformasi oleh Kongres

Kongres hari Kamis (15/07) meloloskan aturan yang membongkar besar-besaran sektor keuangan dan mengirimkannya ke Presiden Barack Obama untuk di tanda tangani sebagai undang-undang. Ini reformasi sektor keuangan terbesar sejak masa depresi (Great Depression) yang lalu.
Dengan kemenangan 60 suara atas 39 suara, Senat meloloskan aturan yang akan memperketat peraturan di industri keuangan agar tidak mengulangi krisis keuangan 2007 – 2009.
Wall Street berupaya keras menggagalkan undang-undang baru itu. Beberapa hal dari UU tersebut hanya akan memberikan sedikit ruang bagi industri keuangan agar tidak tersentuh. Akan ada perlindungan baru bagi nasabah, memberikan kuasa yang lebih besar bagi pihak berwenang untuk membongkar firma yang bermasalah, dan membatasi besaran resiko dalam aktifitas perdagangan yang nantinya akan mengurangi keuntungan bank.

Presiden Obama yang akan menandatangani undang-undang ini minggu depan mengatakan, “Anda tidak perlu khawatir dengan reformasi ini, kecuali jika memang bisnis Anda bertujuan menipu konsumen.”

Reformasi keuangan diajukan oleh Obama sejak Juni 2009, dan baru kemarin dilakukan pemungutan suara di Senat. DPR AS sendiri sudah menyetujui undang-undang ini bulan lalu. Pasar keuangan bereaksi tipis karena para investor sudah memperhitungkannya.
Sebelumnya Wall Street telah mengerahkan segerombolan pe-lobi untuk melawan rancangan UU ini, tetapi upaya mereka dirusak oleh keputusan industri “yang tuli” dengan memberi bonus besar kepada para eksekutif hanya sebulan setelah pemerintah AS memberikan dana talangan (bailout) sebesar $ 700 milyar.

Menkeu AS Timothy Geithner mengatakan ini adalah permulaan, bukan akhir dari proses reformasi keuangan. Pemerintah akan bergerak secepat mungkin untuk mengklarifikasi dan memberi kepastian tentang aturan yang baru ini.[nls]


Related Posts by Categories



0 comments:

Pondok Pesantren Daarut Tarbiyah

Meta Tags Generator - AddMe SEMRush.com.

eWebSubmission.com - Global Web Directory DidiCapital Saham, Pelatihan Gratis, Belajar Analisa Teknikal: UU Reformasi Keuangan AS (Wall Street) : Berita dan Beberapa Dampaknya
Free Meta Tag Generator